Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id)
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id)

Propaganda Rusia Bermula dari Rekayasa Politik Amerika

Nasional politik rusia pemilu serentak 2019
Fachri Audhia Hafiez • 04 Februari 2019 20:17
Jakarta: Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Verobieva merespons penggunaan istilah 'Propaganda Rusia' yang ramai diperpolitikan nasional. Istilah itu dinilai muncul dari hasil rekayasa politik Amerika Serikat.
 
"Sebagaimana diketahui istilah 'propaganda Rusia' direkayasa pada tahun 2016 di Amerika Serikat dalam rangka kampanye pemilu presiden. Istilah ini sama sekali tidak berdasarkan pada realitas," kata Lyudmila dalam akun Twitter resmi Kedutaan Rusia untuk Indonesia, Jakarta, Senin, 4 Februari 2019.
 
Lyudmila menegaskan Rusia tidak mencampuri urusan politik negara lain, termasuk Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan mitra penting bagi negeri tirai besi itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," ujar Lyudmila.
 
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo sebelumnya menyinggung ada pihak yang menggunakan metode propaganda Rusia dalam Pilpres 2019. Menurut dia, teori propaganda itu salah satunya dengan menyebarkan berita bohong yang berpotensi memecah belah masyarakat.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif