Ketua Umum Gerindra Suhardi -- MI/Susanto
Ketua Umum Gerindra Suhardi -- MI/Susanto

Guru Besar Ketahanan Pangan Bernama Suhardi itu Telah Pergi

29 Agustus 2014 08:32
medcom.id, Jakarta: Profesor Telo (ketela) adalah nama panggilan yang dilekatkan kepadanya. Guru besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada itu memang tidak bosan mengampanyekan bahan pangan lokal.
 
Suhardi, atau lebih lengkap memiliki nama Prof. Dr. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc. memiliki sederet gelar akademik menjadi bukti kepeduliannya dengan pangan dan kehutanan. Portofolio pria kelahiran Klaten 62 tahun yang lalu itu, juga tidak terlepas dari pangan dan pangan.
 
Sebelum berkecimpung dalam dunia politik, rekam jejaknya seputar pangan dan kehutanan juga tidak sedikit. Pernah menjadi dekan Fakultas Kehutanan UGM, sempat juga menjabat sebagai Direktur Jendral Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan dan Perkebunan (kini Kementerian Kehutanan).

Suami dari  Lestari Rahayu Waluyati ini juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jogjakarta. Pada saat yang bersamaan, ia menjabat sebagai staf ahli Dewan Ketahanan Pangan Nasional Kementrian Pertanian pada 2002-2008.
 
Tahun 2003, ia mulai terjun ke dunia politik. Bersama beberapa rekan di HKTI mendirikan Partai Kemakmuran Tani dan Nelayan. Beberapa tahun kemudian, ia ikut serta mendirikan Partai Gerakan Indonesia Raya.
 
Namun, dirinya terpaksa harus berjuang melawan kanker paru-paru stadium empat. Ia sempat bolak-balik datang ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta Selatan, sejak beberapa pekan lalu.
 
Namun, pada pukul 13.00 tanggal 26 Agustus 2014, ia dilarikan ke RSPP karena kesehatannya menurun. Ia pun terpaksa dibantu alat penunjang kesehatan.
 
""Beliau sakit kanker paru-paru. Saya bingung, beliau tidak merokok," ujar kuasa hukum Prabowo-Hatta, Habiburokhman, saat itu.
 
Kemudian, banyak sahabat, pejabat negara, rekan politik berdatangan. Bahkan 'lawan politik'nya di dalam Pilpres 2014 datang.
 
Walaupun keadaannya sempat membaik, akhirnya Suhardi menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 21.40 Kamis (28/8/2014). Ditemani keluarga, Ketua Dewan Pembina Prabowo Subianto dan rekan politik, ia pun pergi.
 
Almarhum kemudian disemayamkan di DPP Gerindra. Tempatnya mengorbankan tenaga, waktu dan pikiran. Bahkan pujian terlontar karena sifat rela berkorbannya kepada partai Gerindra. Tidak sedikit juga yang mengingat perjuangannya sebagai pejuang ketahanan pangan.
 
"Saya terkesan dengan keikhlasan, ramah tamah, sikap sederhana, tulus dan kesediaan berkorban yang luar biasa. Beliau rendah hati meski posisi tinggi, teladan bagi para pejuang politik," tandas Presiden PKS, Anis Matta.
 
"Beliau senang ngobrol soal pertanian, pemikiran beliau soal kedaulatan pangan. Jadi saya sangat kehilangan," ucap Ketua DPP PDIP Maruarar Sirait.
 
Almarhum akan dilepas rekan seperjuangannya, Prabowo Subianto. Ia pun akan dimakamkan di Pemakaman UGM, Yogyakarta, sebagai bentuk penghargaan terakhir kepada sang pejuang pangan.
 
Ya. Kini guru besar ketahanan pangan itu telah pergi.
 
Sampai jumpa Profesor Telo.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>