Asean sikapi pengadaan kapal Australia menggunakan tenaga nuklir. Foto: Dok/Metro TV
Asean sikapi pengadaan kapal Australia menggunakan tenaga nuklir. Foto: Dok/Metro TV

Metro Siang

Pengamat: AUKUS Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir Bukan Bersenjata Nuklir

Nasional Amerika Serikat pertahanan negara Inggris Australia AUKUS
MetroTV • 28 September 2021 15:59
Virginia: Australia, Inggris (UK), dan Amerika Serikat (US) atau disingkat AUKUS membuat kapal selam bertenaga nuklir bagi Australia. Hal ini mengundang berbagai reaksi di kawasan Asia-Pasifik termasuk Indonesia.
 
Indonesia prihatin atas keputusan Australia membangun kapal selam bertenaga nuklir. Mengingat Australia telah berkomitmen terhadap nonproliferasi nuklir. Namun Pengamat Asia-Pasifik East West Center Satu Limaye menyatakan, perlu ditekankan perbedaan antara kapal selam bertenaga nuklir dengan kapal selam bersenjata nuklir.
 
"Saya ingin menekankan, ini bukan kapal selam bersenjata nuklir tapi kapal selam bertenaga nuklir. Ini penting, karena dibandingkan mesin konvensial yang bertenaga nuklir daya tahannya lebih lama, tidak berisik, dan operasionalnya juga bisa lebih lama," demikian penjelasan Satu Limaye dalam tayangan VOA di Metro TV, Selasa, 28 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pejabat negara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat menekankan, aliansi trilateral Australia-UK-US ini tidak ditunjukkan kepada negara tertentu. Namun sebagian besar analis menyatakan, perilaku agresif Tiongkok menjadi pemicu pembentukan AUKUS.
 
"US, UK, and Australia berdalih, Tiongkok sedang membangun kekuatan angkatan laut yang besar," kata Satu.
 
Baca juga: Ancaman AUKUS Bukan Hanya Kapal Selam Bertenaga Nuklir
 
Menurut data dari Global Fire Power, Tiongkok memiliki armada angkatan laut terbesar di dunia yakni, dua kapal induk dan 79 kapal selam. Greg Fealy juga menyatakan, Tiongkok melibatkan diri dalam urusan politik domestik dan ekonomi di Australia. Banyaknya keterlibatan ini menimbulkan ketakutan di masyarakat dan pemerintah Australia.
 
"Mengingat perilaku keras dan agersif Tiongkok di kawasan itu, bahwa negara-negara sekutu bisa mencegah Tiongkok dan tidak membiarkan tiongkok bertindak seenaknya di kawasan tersebut," lanjutnya.
 
Di sisi lain, Pengamat Politik Indonesia-Australia Greg Fealy mengatakan, pemerintah Australia tidak berniat untuk membangun rudal nuklir. Mereka hanya memanfaatkan nuklir sebagai bahan untuk merawat kapal selam.
 
"Pemerintah Australia hanya menggarap industri yang diperlukan untuk merawat kapal selam. Kalau operator nuklir itu semua diserahkan ke Amerika Serikat," kata Greag Fealy. (Aulya Syifa)
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif