Jakarta:Koordinator Nasional TIM 8-Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo (RjBPP) Wignyo Prasetyo meminta seluruh kader dan elemen PDIP menghormati Presiden Joko Widodo selaku kepala negara.
"Jokowi adalah Presiden, harusnya mereka hormati. Jangan malah dituding, ini itu. Ada banyak tugas yang harus diselesaikan Presiden. Kami menyarankan untuk tidak menambah kerja Presiden," kata Wignyo.
Wigyo mengatakan, Jokowi menjamin dan menjanjikan netralitas selama Pemilu meski putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka maju di Pilpres 2024.
"Presiden mendorong seluruh pihak bersama-sama mewujudkan kontestasi politik yang berkualitas, damai, dan jauh dari ujaran kebencian," ujarnya.
Wigyo berharap semua pihak, termasuk PDIP melakukan edukasi kepada masyarakat. Bahwa pemilu adalah hal yang menyenangkan.
"Pemilu adalah hal yang harus disambut dengan gembira. Sehingga masyarakat merasa nyaman dengan pesta demokrasi," ungkapnya.
Terkait ucapan Politisi PDIP Guntur Romli yang mempertanyakan Ketua TKN Prabowo-Gibran Rosan Roeslani jarang tampil dihadapan publik, Wigyo mengibaratkan Rosan jagoan TKN, sehingga perlu tampil terus di hadapan publik.
"Jagoan kan enggak selalu muncul diawal cerita. Kalau jagoan sudah muncul pasti lawannya nyerah," ujarnya.
Dia menambahkan, di masa kampanye saat ini banyak hal yang harus dikerjakan. Sehingga tudingan tudingan yang dialamatkan ke TKN tidak perlu ditanggapi secara emosional.
Sebelumnya, Guntur menduga Presiden Jokowi bagian dari tim sukses Prabowo-Gibran. Guntur menyebut akhir-akhir ini jarang melihat Ketua TKN Prabowo-Gibran tampil di publik.
"Kita bertanya-tanya, ke mana Ketua TKN Prabowo-Gibran? Tidak pernah seperti Mas Arsjad Rasjid yang muncul dari TPN Ganjar dan Mahfud, tapi Ketua TKN Prabowo-Gibran seperti Gibran sendiri ketika diundang untuk dialog debat di kampus-kampus menghilang," kata Guntur.
Jakarta:Koordinator Nasional TIM 8-Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo (RjBPP) Wignyo Prasetyo meminta seluruh kader dan elemen PDIP menghormati Presiden Joko Widodo selaku kepala negara.
"Jokowi adalah Presiden, harusnya mereka hormati. Jangan malah dituding, ini itu. Ada banyak tugas yang harus diselesaikan Presiden. Kami menyarankan untuk tidak menambah kerja Presiden," kata Wignyo.
Wigyo mengatakan, Jokowi menjamin dan menjanjikan netralitas selama Pemilu meski putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka maju di Pilpres 2024.
"Presiden mendorong seluruh pihak bersama-sama mewujudkan kontestasi politik yang berkualitas, damai, dan jauh dari ujaran kebencian," ujarnya.
Wigyo berharap semua pihak, termasuk PDIP melakukan edukasi kepada masyarakat. Bahwa pemilu adalah hal yang menyenangkan.
"Pemilu adalah hal yang harus disambut dengan gembira. Sehingga masyarakat merasa nyaman dengan pesta demokrasi," ungkapnya.
Terkait ucapan Politisi PDIP Guntur Romli yang mempertanyakan Ketua TKN Prabowo-Gibran Rosan Roeslani jarang tampil dihadapan publik, Wigyo mengibaratkan Rosan jagoan TKN, sehingga perlu tampil terus di hadapan publik.
"Jagoan kan enggak selalu muncul diawal cerita. Kalau jagoan sudah muncul pasti lawannya nyerah," ujarnya.
Dia menambahkan, di masa kampanye saat ini banyak hal yang harus dikerjakan. Sehingga tudingan tudingan yang dialamatkan ke TKN tidak perlu ditanggapi secara emosional.
Sebelumnya, Guntur menduga Presiden Jokowi bagian dari tim sukses Prabowo-Gibran. Guntur menyebut akhir-akhir ini jarang melihat Ketua TKN Prabowo-Gibran tampil di publik.
"Kita bertanya-tanya, ke mana Ketua TKN Prabowo-Gibran? Tidak pernah seperti Mas Arsjad Rasjid yang muncul dari TPN Ganjar dan Mahfud, tapi Ketua TKN Prabowo-Gibran seperti Gibran sendiri ketika diundang untuk dialog debat di kampus-kampus menghilang," kata Guntur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)