Menhan Prabowo Subianto (kanan) dan Menhan 2014-2019 Ryamizard Ryacudu seusai menandatangani memo serah terima jabatan di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim
Menhan Prabowo Subianto (kanan) dan Menhan 2014-2019 Ryamizard Ryacudu seusai menandatangani memo serah terima jabatan di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat. Foto: MI/Adi Maulana Ibrahim

Prabowo: Seluruh Rakyat Komponen Pertahanan Negara

Nasional prabowo pertahanan negara
Nur Azizah • 11 November 2019 16:26
Jakarta: Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengakui teknologi pertahanan Indonesia kalah dari negara lain. Namun, dia yakin Indonesia tak akan kalah karena mengusung pertahanan rakyat semesta.
 
"Mungkin prasarana kita bisa dihancurkan, tapi saya yakin Indonesia tidak mungkin diduduki bangsa lain. Seluruh rakyat akan jadi komponen pertahanan negara," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.
 
Menurut dia, konsep pertahanan rakyat semesta melibatkan seluruh rakyat dalam mempertahankan bangsa. Prabowo menyebut konsep itu sudah ditanamkan ke dalam pikiran seluruh rakyat sejak dulu. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut bela negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi, kalau perang adalah perang rakyat semesta," jelas dia.
 
Sistem pertahanan semesta tercantum dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Dalam sistem pertahanan ini, seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainnya dilibatkan dengan dipersiapkan secara dini pemerintah untuk menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah.
 
Ketua Umum Partai Gerindra ini menyebut TNI sebagai komponen utama pertahanan Indonesia. Kendati begitu, Indonesia butuh komponen lainnya yang nyata seperti sektor pertanian, nelayan, swasta, akademisi, dan partai politik.
 
"Itu komponen pendukung. Kita yang bertanggung jawab di bidang pertahanan keamanan tidak boleh membiarkan Indonesia lemah. Dengan biaya berapa pun menurut saya Indonesia harus kuat, kalau tidak diinjak bangsa lain," pungkas dia.
 
Siang ini, Prabowo Subianto menggelar rapat dengan Komisi I DPR untuk pertama kalinya. Rapat membahas ihwal rencana kerja menhan pada 2020 dan isu-isu aktual.
 
Sedianya rapat digelar sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, rapat baru dimulai satu jam kemudian. Rapat tertutup untuk umum lantaran menyangkut rahasia negara.
 


 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif