Diskusi soal Keterwakilan Perempuan Pada Pimpinan dan Alat Kelengkapan MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla
Diskusi soal Keterwakilan Perempuan Pada Pimpinan dan Alat Kelengkapan MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

Perludem Dorong Perempuan Menjadi Pimpinan Legislatif

Nasional mpr dpd dprd legislatif dpr
Faisal Abdalla • 08 September 2019 14:45
Jakarta: Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mendorong perempuan menduduki jabatan strategis di lembaga legislatif. Perludem ingin perempuan menjadi pimpinan dan alat kelengkapan dewan (AKD).
 
"Kita mendorong keterwakilan perempuan sekali lagi tak hanya berhenti di proses pencalonan. Tetapi harus konsisten agar keterwakilan perempuan mengisi pimpinan ataupun alat kelengkapan dewan di DPR, MPR, DPD maupun DPRD," kata peneliti Perludem, Fadil Ramadhanil, dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu, 8 September 2019.
 
Fadil memuji konsistensi aturan keterwakilan perempuan dalam proses pencalonan anggota legislatif. Parpol peserta pemilu didiskualifikasi bila tak memenuhi persentase 30 persen keterwakilan perempuan di setiap daerah pemilihan (dapil).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai perempuan menghadapi kontestasi lebih berat dalam proses pemilu. Perempuan masih terkendala nomor urut pencalonan. Fadil menyebut dalam proses pencalonan, masih banyak perempuan ditempatkan di nomor urut buncit.
 
"Meskipun sistem pemilu kita tak lagi mempengaruhi keterpilihan berdasarkan nomor urut, tetapi secara faktual, realitasnya nomor-nomor urut kecil itu masih mempengaruhi psikologis pemilih dalam menentukan pilihanya," tutur dia.
 
Meski begitu, konsistensi keterwakilan perempuan dalam proses pencalonan berhasil menaikkan persentase caleg terpilih perempuan dari sebelumnya 17,9 persen menjadi 20 persen. Fadil menilai sudah seharusnya komitmen menegakkan keterwakilan perempuan tak berhenti sampai proses pencalonan.
 
"Ini butuh komitmen pimpinan parpol dan elite parpol di lembaga legislatif. Butuh komitmen dari seluruh anggota legislatif bahwa dorongan keterwakilan politik perempuan adalah pekerjaan yang tak boleh berhenti," tegas dia.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif