Politikus Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Kadir Karding dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id.

Adu Strategi Istana Versus Gatot di Balik Bintang Mahaputera

Nasional tanda kehormatan Gatot Nurmantyo
Theofilus Ifan Sucipto • 15 November 2020 12:22
Jakarta: Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, menilai ada adu strategi politik antara Istana dengan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo. Kedua pihak sama-sama meluncurkan sikap strategis terkait penolakan Gatot menerima anugerah Bintang Mahaputera.
 
"Itu ujian kecanggihan politik Pak Gatot dan kenegarawanannya. (Sedangkan) langkah strategis (juga) diambil Istana," kata Karding dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk 'Diundang Istana, Mantan Panglima ke Mana?', Minggu, 15 November 2020.
 
Karding menilai Gatot ingin menunjukkan ketegasan sebagai oposisi pemerintah. Langkah itu disebut sebagai manuver Gatot meraup simpati publik untuk melaju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pak Gatot (melaju di Pilpres) 2024 masih mungkin. Jadi beliau berpikir politis itu hal sangat wajar," ujar anggota Komisi I DPR itu.
 
Sementara itu Istana juga mengambil langkah strategis. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan anugerah itu tetap bakal dikirim pada Gatot kendati tak hadir saat penyerahan.
 
"Alasan tidak datang (ke Istana) karena covid-19 bisa dibuat. Tapi nanti kalau dikirim kita lihat diterima atau enggak. Ini jadi babak baru," tutur Karding.
 
Baca: PKB: Ketidakhadiran Gatot di Istana Politis
 
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo tidak menghadiri Upacara Penganugerahaan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan RI 2020 di Istana Negara, Rabu, 11 November 2020. Gatot mengaku berhalangan hadir dan mengirimkan surat.
 
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan Gatot tetap mendapatkan tanda jasa Bintang Mahaputera. Mahfud mengatakan bahwa penganugerahaan untuk Gatot Nurmantyo akan tetap dikirim melalui Sekretaris Militer.
 
Gatot menjelaskan alasan dirinya tidak bisa hadir karena saat ini masih dalam suasana covid-19. Sedangkan alasan kedua, yakni penganugerahan tersebut tidak lazim diberikan di November karena biasanya diberikan di Agustus.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif