medcom.id, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kecewa dengan hasil voting RUU Pilkada. Dalam sidang paripurna tersebut, sebagian besar anggota dewan dari PD walk out.
Peneliti Centre for Strategic of International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan kecil kemungkinan SBY tak tahu soal sikap Fraksi PD dalam sidang paripurna tersebut.
"Kalau kita lihat secara alamiah kecil kemungkinan sebenarnya ketua umum tidak mengetahui kebijakan diambil fraksi, kebijakan strategis," kata Arya kepada Metrotvnews.com, Selasa (30/9/2014).
Arya mengatakan beberapa waktu lalu, SBY juga pernah mengatakan soal dukungan sikap mendukung pilkada langsung. "Kalau tidak mengetahui bisa saja terjadi human eror. Mungkin salah mengartikan bahwa disuruh all out malah walk out. Itu bisa saja terjadi, karena bersidang sudah capek saat sidang paripurna," imbuhnya.
Lebih lanjut Arya mengatakan bahwa akan sulit untuk memberikan sanksi ratusan 134 anggota Fraksi Demokrat. "Bagaimana mau beri hukuman 134 orang, itu tidak mungkin," tukasnya.
Sebelumnya diketahui Demokrat memilih untuk walk out saat paripurna RUU Pilkada. Demokrat beralasan 10 syarat yang diusulkan tidak dapat terakomodir oleh tim Panja RUU Pilkada.
Wakil Ketua Partai Demokrat Max Sopachua mengungkapkan dengan jumlah anggota terbesar di DPR yakni 148 anggota dari 560 anggota DPR. Demokrat memiliki hak untuk meminta opsi ketiga yakni Pilkada langsung dengan 10 syarat yang harus diakomodir. "Tapi peraturan dan lain-lain yang diajukan partai lain menutupi jalan itu sehingga kita terpaksa walk out," ujar Max.
Aksi walk out Fraksi Demokrat ternyata mengecewakan SBY. Jubir PD Ruhut Sitompul mengaku kaget mengetahui hal tersebut. "Kalau SBY kecewa, itu aku enggak tahu," ujar Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 26 September lalu.
medcom.id, Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku kecewa dengan hasil voting RUU Pilkada. Dalam sidang paripurna tersebut, sebagian besar anggota dewan dari PD
walk out.
Peneliti
Centre for Strategic of International Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan kecil kemungkinan SBY tak tahu soal sikap Fraksi PD dalam sidang paripurna tersebut.
"Kalau kita lihat secara alamiah kecil kemungkinan sebenarnya ketua umum tidak mengetahui kebijakan diambil fraksi, kebijakan strategis," kata Arya kepada
Metrotvnews.com, Selasa (30/9/2014).
Arya mengatakan beberapa waktu lalu, SBY juga pernah mengatakan soal dukungan sikap mendukung pilkada langsung. "Kalau tidak mengetahui bisa saja terjadi human eror. Mungkin salah mengartikan bahwa disuruh
all out malah
walk out. Itu bisa saja terjadi, karena bersidang sudah capek saat sidang paripurna," imbuhnya.
Lebih lanjut Arya mengatakan bahwa akan sulit untuk memberikan sanksi ratusan 134 anggota Fraksi Demokrat. "Bagaimana mau beri hukuman 134 orang, itu tidak mungkin," tukasnya.
Sebelumnya diketahui Demokrat memilih untuk
walk out saat paripurna RUU Pilkada. Demokrat beralasan 10 syarat yang diusulkan tidak dapat terakomodir oleh tim Panja RUU Pilkada.
Wakil Ketua Partai Demokrat Max Sopachua mengungkapkan dengan jumlah anggota terbesar di DPR yakni 148 anggota dari 560 anggota DPR. Demokrat memiliki hak untuk meminta opsi ketiga yakni Pilkada langsung dengan 10 syarat yang harus diakomodir. "Tapi peraturan dan lain-lain yang diajukan partai lain menutupi jalan itu sehingga kita terpaksa
walk out," ujar Max.
Aksi
walk out Fraksi Demokrat ternyata mengecewakan SBY. Jubir PD Ruhut Sitompul mengaku kaget mengetahui hal tersebut. "Kalau SBY kecewa, itu aku enggak tahu," ujar Ruhut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 26 September lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)