Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan (pegang mik) didamping Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (berbaju batik merah) & Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah (berbaju batik cokelat) di kediaman Megawati Soekarnoputri. Foto: MTVN/Dheri Agriesta
Ketum DPP PAN Zulkifli Hasan (pegang mik) didamping Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (berbaju batik merah) & Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah (berbaju batik cokelat) di kediaman Megawati Soekarnoputri. Foto: MTVN/Dheri Agriesta

MPR Paling Depan Jaga Konstitusi

Dheri Agriesta • 22 November 2016 21:13
medcom.id, Jakarta: Satu, dua, tiga, empat, bahkan lima pertemuan antara tokoh politik nasional terjadi dalam rentang waktu dua hari. Usai pertemuan, setiap tokoh selalu mengingatkan pentingnya menjaga konstitusi dan keutuhan berbangsa dan bernegara.
 
Setelah bertemu Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri kedatangan Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan. Pertemuan yang terjadi di kediaman Megawati di kawasan Menteng nan teduh itu terjadi selama satu jam lebih.
 
Usai bertemu Megawati, Zulkifli menekankan pentingnya menjaga konstitusi. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) itu menegaskan, MPR akan berada di garda terdepan jika ada yang mengganggu konstitusi.

"MPR yang paling depan," kata Zulkifli di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
 
Zulkifli menjelaskan, konstitusi yang dimaksud adalah Pancasila, bhineka tunggal ika, persatuan dan kesatuan NKRI. Zulkifli percaya, seluruh masyarakat ingin damai dan tenteram.
 
"Mudah-mudahan Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa memberikan kekuatan kepada bangsa Indonesia," kata dia.
 
Pertemuan antara Zulkifli dan Megawati membahas masalah persatuan dan kesatuan. Zul juga membahas masalah pelaksanaan pilkada serentak 2017. Ia menganggap wajar jika eskalasi politik satu daerah pelaksana pilkada berbeda dengan yang lain.
 
DKI Jakarta contohnya, yang panas karena tuntutan penahanan calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Zulkifli dan Megawati sepakat, kasus ini telah diselesaikan pihak berwajib.
 
Ia pun meminta masyrakat menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada Polri. Meski merupakan hak setiap warga negara, Zulkifli menilai, demonstrasi yang akan digelar pada 2 Desember tak lagi diperlukan.
 
"Mari kita jaga persatuan dan kekompakan, agar pemerintah bisa bekerja dengan tenang dengan baik, agar masyarakat Indonesia diuntungkan," jelas Zulkifli.
 
Sementara itu, di Istana Kepresidenan, Presiden Joko Widodo menerima kedatangan tiga ketua umum partai politik. Jokowi menerima kedatangan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy.
 
Usai bertemu Jokowi, Surya Paloh menyatakan, akan melawan setiap upaya yang dilakukan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah. Ia menegaskan, menjaga konstitusi bukan hanya tugas TNI dan Polri.
 
"Itu sebenarnya tidak kita harapkan, tetapi kalau terpaksa, ya kita lawan. Ini bukan hanya pekerjaan aparatur keamanan. Kita berhak sebagai warga negara," kata Surya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>