Presiden Jokowi merespons keluhan peternak unggas. Foto: Dok/Screenshot Metro TV
Presiden Jokowi merespons keluhan peternak unggas. Foto: Dok/Screenshot Metro TV

Newsline

Jokowi Respons Keluhan Peternak Unggas

Nasional Jokowi Peternakan jagung Harga Ayam covid-19 pandemi covid-19 harga telur
MetroTV • 17 September 2021 00:58
Jakarta: Presiden Joko Widodo merespons keluhan peternak ayam terkait tingginya harga pakan dan rendahnya harga telur saat ini. Jokowi menginstruksikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi agar segera menyelesaikan masalah ini dalam waktu sepekan.
 
Suroto merupakan seorang peternak ayam petelur yang sempat viral di media sosial karena membentangkan poster perihal keluhan yang dirasakan para peternak unggas saat ini. Akibat aksinya, Suroto bersama sejumlah rekannya diundang ke Istana Kepresidenan oleh Jokowi untuk berdialog bersamanya.
 
“Saya bangga dan bersyukur ternyata apa yang saya minta perihal beli jagung dengan harga yang wajar akhirnya Pak Jokowi berjanji untuk memenuhi itu. Jadi saya sangat berterima kasih," kata Suroto dalam tayangan Newsline Bisnis di Metro TV, Kamis, 16 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, Presiden Jokowi menginstruksikan tiga hal yang harus segera ditindaklanjuti oleh Kementerian Pertanian dan Menteri Perdagangan. Hal-hal tersebut berupa, memenuhi kebutuhan jagung untuk pakan di sentra peternak yang mengalami masalah, mendekatkan sentra jagung dengan sentra peternak, dan membangun regulasi yang melindungi peternak.
 
"Mulai dipikirkan tentang industri tambahan pakan, jadi kita tidak bergantung lagi dengan pabrikasi, tapi pemerintah sendiri bisa melakukan industri untuk itu," kata Syahrul.
 
Baca juga: Presiden Minta Mentan dan Mendag Pecahkan Masalah Perunggasan
 
Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan kesiapannya untuk menyelaraskan ongkos produksi peternak dengan harga ayam dan telur. Serta kebutuhan gizi masyarakat sebagai pasarnya. Tidak hanya itu, Lutfi menegaskan akan membuat terobosan baru yang dapat menyeimbangkan sektor ternak unggas.
 
"Kemudian yang terpenting ini adalah bahwa fungsi dari pada daging dan telur ini adalah untuk memperbaiki gizi masyarakat juga," tegas Lutfi.
 
Di sisi lain, Presidium Pinsar Peternak Nasional (PPN) Yudianto Yosgiarso mengharapkan, agar janji Presiden untuk menetapkan harga jagung sebagai pakan ternak di harga Rp4.500 per kilogram dapat terealisasi dengan baik. Selain itu, adanya serapan telur oleh pemerintah untuk menyeimbangkan penjualan telur ayam yang sedang turun drastis di masa pandemi ini.
 
"Pada saat pandemi ini penyerapan dari masyarakat kurang tetapi pemerintah pro-aktif menyerap telur dan memberikan secara cuma-cuma atau pun bantuan kepada masyarakat. Ini menolong semuanya, masyarakat tertolong dan perternak unggas juga tertolong," jelas Yudianto.
 
Di masa pandemi ini, peneyerapan telur oleh masyarakat menurun drastis. Menurut laporan Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia, harga telur di tingkat peternak Blitar berada di harga Rp14.500-15.000 per kilogram. Sementara itu, harga produksi sedang tinggi akibat naiknya harga jagung untuk pakan yang berkisar di atas Rp6 ribu per kilogram. (Aulya Syifa)
 
 
(MBM)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif