Mendagri Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
Mendagri Tito Karnavian. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto

Mendagri: Pilkada 2020 Fenomenal

Antara • 27 Agustus 2021 02:09
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 bukan pesta demokrasi biasa. Pemilihan umum (pemilu) itu fenomenal karena berlangsung dengan sukses di tengah pandemi covid-19.
 
"Saya ingin ingatkan bahwa jangan kita menganggap peristiwa pada 9 Desember 2020 itu sesuatu yang bisa. Kita melaksanakan suatu pekerjaan yang sangat luar biasa," kata Tito dalam Peluncuran Buku Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pilkada 2020 dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta, Kamis, 26 Agustus 2021.
 
Menurut dia, pilkada serentak di tengah krisis pandemi belum pernah dialami Indonesia. Kegiatan itu disebut tercatat sebagai pemilu terbesar kedua di dunia selama pandemi setelah Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita melaksanakan election di tengah situasi seperti itu dan ini bukan suatu yang mudah," jelas dia.
 
Baca: Mendagri: Ubah Tantangan Jadi Peluang saat Pemilu di Tengah Pandemi
 
Sejumlah negara yang sedang mengalami pemilu saat kondisi pandemi memiliki tiga skenario. Pertama, tetap menyelenggarakan pemilu di tengah krisis pandemi seperti di Korea Selatan pada Maret 2020. 
 
Skenario kedua, lanjut Tito, ialah dengan menunda pelaksanaan pemilu. Namun, pemilu tetap diselenggarakan di 2020.
 
"Kita (Indonesia) ambil opsi kedua, menunda dari September ke Desember karena untuk persiapan. Jadi kita tetap melaksanakan pilkada di 2020," katanya lagi.
 
Skenario terakhir ialah negara menunda pemilu ke tahun berikutnya. Hal itu karena ketidaksiapan melakukan tahapan pemilu di tengah pandemi covid-19.
 
Meskipun menunda Pilkada Serentak 2020, Tito menilai Indonesia dapat meraih partisipasi masyarakat hingga mencapai 76,09 persen. Selain itu, tidak ada peningkatan kasus aktif di 270 daerah pilkada.
 
"Yang terjadi, analisanya 270 daerah penyelenggara pilkada angka covid-19 turun, daerah yang enggak ada pilkada naik," jelas dia.
 
Dari pengalaman Pilkada 2020, Tito meminta penyelenggara pemilu dan pihak terkait untuk optimistis. Mereka harus yakin Pemilu 2024 dan Pilkada 2024 tetap dapat terlaksana sesuai jadwalnya.
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif