Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Medcom.id/ Sonya M
Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu. Medcom.id/ Sonya M

Menhan: Revisi UU Terorisme Sengaja Dihambat

Nasional revisi uu terorisme
M Sholahadhin Azhar • 15 Mei 2018 08:28
Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang ingin menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perrpu) apabila revisi UU Terorisme tak kunjung diselesaikan.
Ryamizard memandang presiden memang perlu mengambil langkah tegas. 

"Yang penting untuk keselamatan bangsa. Untuk keselamatan bangsa kok dipersoalkan," kata Ryamizard di Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 14 Mei 2018.

Ryamizard menuding mandeknya RUU Terorisme disengaja. Seharusnya, pihak-pihak terkait memikirkan keterdesakan revisi UU tersebut untuk segera disahkan. Ia tak mau melihat masyarakat menjadi korbam kekejian teroris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Bukan mentok (RUU), itu dimentok-mentokin. Harusnya UU apapun untuk kebaikan masyarakat harus disambut. Jangan dikaitkan dengan macam-macam," sebut Ryamizard. Kendati demikiana, dirinya enggan menyebut pihak yang sengaja menghambat UU tersebut. Prinsipnya, baik DPR dan pemerintah seharusnya satu sikap dalam hal ini. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memerintahkan perwakilan pemerintah dan DPR segera merampungkan revisi Undang-Undang (UU) tentang Terorisme. UU itu menjadi payung hukum aparat dalam menindak terduga terorisme meski yang bersangkutan belum melakukan aksi.

"Kalau sampai Juni di akhir masa sidang tidak diselesaikan, maka saya akan mengeluarkan Perppu," kata Jokowi.

Adapun Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto telah bertemu perwakilan DPR dan partai politik pendukung pemerintah terkait revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Ia menyebut pembahasan revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme ini telah memakan waktu dua tahun di parlemen. Pun demikian, Wiranto menjamin, pemerintah dan DPR telah sepakat menyelesaikan pembahasan dalam waktu dekat.

"Sehingga dalam waktu singkat revisi itu mudah-mudahan dapat segera kita undangkan," kata Wiranto.


(SCI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi