Ilustrasi Istana Merdeka. MI/Siska Nindya
Ilustrasi Istana Merdeka. MI/Siska Nindya

Legislator Bakal Dalami Surat Stafsus Milenial Aminuddin

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf presiden jokowi
Anggi Tondi Martaon • 10 November 2020 16:17
Jakarta: Surat perintah Staf Khusus (stafsus) milenial, Aminuddin Ma'ruf, bakal didalami. Kantor Staf Presiden (KSP) akan diundang untuk mengklarifikasi edaran itu.
 
"Nanti akan kita lihat surat itu seperti apa. Nanti akan kita tanyakan, kalau perlu nanti kita akan undang KSP," kata Wakil Ketua Komisi II, Arwani Thomafi, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 November 2020.
 
Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu ingin melihat legalitas Aminuddin dalam mengeluarkan surat resmi. Terutama dari segi administrasi negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengingatkan stafsus harus bekerja sesuai dengan aturan. Sehingga, keberadaan mereka memudahkan kinerja Presiden Joko Widodo menjalankan tugas.
 
Baca:Stafsus Milenial Aminuddin Ma'ruf Sebut Surat Perintah Sesuai SOP
 
"Harus dalam bingkai peraturan perundang-undangan, juga etika penyelenggara," ujar Arwani.
 
Ombudsman meminta Presiden Joko Widodo mengevaluasi stafsus milenial. Hal ini imbas dari langkah Aminuddin menerbitkan surat perintah kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
 
Dema PTKIN diminta menghadiri pembahasan Undang-Undang Cipta Kerja di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 7 November 2020. "Kejadian yang dilakukan oleh staf khusus ini tidak hanya sekali saja," kata anggota Ombudsman Adrianus Meliala dalam keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 9 November 2020.
 
Pada April 2020, kasus serupa sempat mencuat. Kala itu, Stafsus Presiden Andi Taufan Garuda Putra menyurati camat di Jawa, Sulawesi, dan Sumatra, Mereka diminta berkerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), perusahaannya, dalam program Desa Lawan Covid-19.
 
Dalam surat berkop Sekretariat Kabinet itu, Andi memosisikan diri sebagai staf khusus presiden. Peristiwa ini menyebabkan polemik. Andi akhirnya memutuskan mundur dari Istana.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif