Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Istimewa.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati. Istimewa.

Menteri PPPA: Kartini Masa Kini Harus Mandiri, Berdaya, dan Setara

Nasional Hari Kartini Perempuan menteri pppa
Media Indonesia.com • 21 April 2022 15:44
Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyebut perjuangan Ibu Kartini dalam membumikan kesetaraan di Tanah Air belum sepenuhnya tercapai. Perempuan harus mendapatkan pendidikan, wawasan, dan diberikan kesempatan untuk berkarier di ranah publik.
 
Perempuan harus dipercaya memiliki potensi yang luar biasa. Perempuan bahkan tidak bisa ditempatkan hanya sebagai warga kelas dua melainkan sejajar sebagai mitra dalam konteks apa pun.
 
"Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Bermimpilah setinggi langit dan wujudkanlah. Jagalah selalu semangat Kartini di hatimu. Jadilah perempuan yang lebih baik bagi bangsa Indonesia. Buatlah Tanah Air bangga dengan karya, inovasi, dan ekspresi. Jadilah perempuan tangguh yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi perempuan lainnya. Perempuan berdaya, Indonesia maju," kata Bintang di Jakarta, Kamis, 21 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bintang mengatakan upaya menghapus kesenjangan dan bias gender yang terjadi di Indonesia harus diperjuangkan bersama-sama. Sebab, potensi dan kekuatan perempuan tidak bisa dipandang sebelah mata.
 
Menurut dia, penyebutan perempuan sebagai Ibu Bangsa bukanlah kiasan semata. Perempuan bahkan memiliki peran besar dari mulai keluarga, sektor ekonomi, sosial, politik, budaya, dan pembangunan nasional.
 
"Maka dari itu, pengarusutamaan gender di setiap sektor pembangunan menjadi tugas dan tujuan kita bersama, baik laki-laki maupun perempuan itu sendiri. Memperjuangkan kesetaraan gender tidak berarti mendorong perempuan menjadi sama dengan lelaki, namun mendobrak stigma-stigma yang masih meminggirkan posisi perempuan dan memberikan kesempatan seadil-adilnya agar perempuan dan laki-laki bisa hidup dalam posisi yang setara dan sejajar," ujar Bintang.
 
Di sisi lain, Bintang membeberkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan perjuangan kesetaraan gender di Indonesia belum tercapai. Dari capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia pada 2020 sebesar 71,94 persen menjadi 72,29 persen di 2021.
 
Baca: Pemerintah Berkomitmen Memberi Ruang bagi Perempuan untuk Berkembang
 
Sedangkan capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Indonesia pada 2020 sebesar 91,06 dan meningkat di 2021 menjadi 91,27 persen. Kemudian, capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Indonesia pada 2019 sebesar 75,24 naik menjadi 75,57 persen di 2020.
 
Bintang menilai kenaikan angka itu masih menggambarkan ketimpangan antara laki-laki dengan perempuan. Hal ini menunjukkan kesetaraan gender dan posisi perempuan masih tertinggal secara aksesibilitas, persamaan peran dalam pembangunan, hingga belum menerima manfaat pembangunan yang sama dengan laki-laki.
 
Dia mengajak perempuan menggelorakan perjuangan dan semangat Kartini menuju kesetaraan. Sehingga, dapat mewujudkan mimpi membangun Indonesia yang lebih baik dan sejahtera dan mewujudkan dunia yang setara bagi perempuan dan laki-laki.
 
"Di mana perempuan kuat, mandiri dan berdaya untuk kesejahteraan. Sekali lagi, selamat Hari Kartini saya ucapkan kepada seluruh perempuan Indonesia yang tidak pernah absen ambil bagian dalam perjuangan mencerdaskan bangsa, memberdayakan sesama, dan meneruskan nilai-nilai luhur, serta perjuangan Ibu Kartini," kata Bintang. (Dinda Shabrina)
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif