Presiden Joko Widodo dan Amran Sulaiman mengamati hasil padi saat panen raya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu 3 Oktober 2015. Antara Foto/Maulana Surya
Presiden Joko Widodo dan Amran Sulaiman mengamati hasil padi saat panen raya di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu 3 Oktober 2015. Antara Foto/Maulana Surya

Mentan: 84,4 % Masyarakat Puas dengan Pemerintahan Jokowi

M Rodhi Aulia • 16 Februari 2016 12:15
medcom.id, Mamuju: Kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla diyakini meningkat. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah mencapai 84,4 persen.
 
Amran senang karena sebelumnya, angka kepuasan publik terhadap pemerintah berkisar 62 persen. "Saya baru terima SMS dari Kabinet Kerja, sekitar 84,4 persen puas dengan kerja Jokowi-JK," kata Amran, Senin malam (15/2/2016).
 
Pria kelahiran Bone ini menghadiri panen raya di Sulawesi Barat, Minggu 14 Februari. Semalam, ia ramah tamah di rumah dinas Gubernur Sulawesi Barat di Mamuju.

Mentan: 84,4 % Masyarakat Puas dengan Pemerintahan Jokowi
Presiden dan Wakil Presiden berfoto bersama para menteri. Antara Foto/Andika Wahyu
 
Menurut Amran, salah satu kepuasan masyarakat terkait program pemberdayaan petani dan perikanan oleh Kementerian Pertanian yang angkanya di atas 50 persen. "Tapi, kami tidak boleh puas," ujar Amran.
 
Amran terus menggelorakan semangat menciptakan petani yang berdaya dan sejahtera. Selasa siang ini 16 Februari, Amran meninjau pabrik cokelat yang dikelola kelompok tani di Mamuju, Sulawesi Barat.
 
Teknologi di pabrik cokelat ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Amran puas dengan kualitas produk yang dihasilkan.
 
Mentan: 84,4 % Masyarakat Puas dengan Pemerintahan Jokowi
Presiden memimpin rapat kabinet. Antara Foto
 
Kendati demikian, ia mengkritik kemasan cokelat. Ia meminta kepala dinas perkebunan setempat mencari pakar untuk membuat kemasan lebih menarik.
 
Amran mengultimatum pengelola pabrik agar membeli kakao atau bahan baku cokelat dari petani setempat. Dan harga belinya harus lebih mahal dari pihak lain.
 
Amran akan terus blusukan ke daerah agar target swasembada pangan tercapai pada 2017. Ia akan berjuang melawan sejumlah pihak yang berusaha menggagalkan target swasembada beras.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan