NEWSTICKER
Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti. Foto: Adi Maulana Ibrahim/MI
Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti. Foto: Adi Maulana Ibrahim/MI

Pemerintah Dinilai Melihat Hukum Baru Sebatas Regulasi

Nasional 100 Hari Jokowi-Maruf
Nur Aivanni • 29 Januari 2020 23:14
Jakarta: Pakar hukum tata negara Bivitri Susanti menilai pemerintahan Joko Widodo dalam melihat hukum baru sebatas regulasi. Terutama regulasi yang bisa memuluskan visi misinya di periode kedua terkait masalah investasi, serta pembangunan infrastruktur.
 
Hal itu disampaikannya saat menanggapi hasil jajak pendapat tokoh publik yang dilakukan News Research Center Media Group News mengenai 100 hari pertama pemerintahan Jokowi-Maruf Amin. Dari hasil jajak pendapat tersebut, optimisme publik masih rendah di bidang hukum (63,7%) dan HAM (62%).
 
"Hasil survei tadi memang mencerminkan kelemahan-kelemahan atau capain-capaian yang jauh dari capaian 100 hari kerjanya pemerintahan Jokowi. Hukum memang tidak dilihat sebagai hal yang penting, apalagi HAM," kata Bivitri saat dihubungi Media Indonesia, Rabu, 29 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, lanjut Bivitri, jika berbicara mengenai negara hukum, itu kemudian mencakup hal yang lebih luas daripada sekadar regulasi. Pertama, pemerintahan yang berdasarkan hukum, yakni apakah pemerintahan bisa diawasi dengan baik terkait good governance. Kedua, peraturan yang jelas, pasti, dan partisipatif. Ketiga, kekuasaan kehakiman yang merdeka.
 
Keempat, akses terhadap keadilan dalam konteks pemulihan hak warga negara. Kelima, penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak asasi manusia. "Dari pihak Pak Jokowi sangat dipinggirkan karena hukum hanya dilihat sebagai regulasi, terutama untuk investasi," ketus dia.
 
Menurut Bivitri, ada tiga hal yang harus menjadi perhatian dasar bagi pemerintahan Jokowi ke depannya. "Good governance, pemberantasan korupsi dan HAM. Bicara investasi boleh lah, tapi investasinya harus dibangun di atas HAM, KPK diperbaiki lagi, fondasi negara hukumnya harus kuat," pungkas dia.
 

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif