Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (Foto: MI/Susanto)
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. (Foto: MI/Susanto)

NasDem Tak Hanya Memikirkan Kepentingan Koalisi

Nasional Kongres NasDem
Whisnu Mardiansyah, Cindy • 08 November 2019 21:36
Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyebut NasDem tidak hanya memikirkan kepentingan koalisi meski berada di barisan partai pengusung pemerintah. Dia menegaskan, NasDem selalu berpikir luas.
 
"Jadi bukan hanya dasar NasDem partai pengusung pemerintah kemudian memikirkan hanya kepentingan-kepentingan koalisi yang ada di dalam pemerintahan. Aaaaahhhh salah itu. Salah, itu bukan tingkat cara berpikirnya NasDem, berpikir pendek-pendek," kata Surya Palohdalam sambutannya di acara kongres NasDem, Jakarta International Expo, Jakarta Utara, Jumat, 8 November 2019.
 
Surya Paloh ingin komitmen kebangsaan dan harapan yang diamanatkan Presiden pertama Soekarno, dan Wakil Presiden pertama Mohammad Hatta secara konsisten dijalankan oleh NasDem.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia juga meminta semua kader bersyukur dan berbangga hati berada di barisan partai pendukung pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Namun, NasDem harus mempertebal komitmennya agar pemerintahan Jokowi-Ma'ruf bisa lebih sukses, hebat, dan meninggalkan legacy yang lebih hebat.
 
"Karena niat baik itulah, kesadaran itulah, NasDem harus siap, membawa niat kebajikan walaupun diterpa sinisme, kecurigaan," kata dia.
 
Surya Paloh mengakui partainya masih muda dengan usia delapan tahun. Tapi, dia mengingatkan, ada pepatah lama yang mengatakan tidak ada salahnya belajar dengan orang lebih muda, atau lebih anak-anak.
 
"Maka dalam kongres kedua ini saya yakin dan percaya spirit kesadaran kita bersama adalah kita harus tahu diri, sebagai partai baru harus lebih banyak belajar dari saudara-saudara kita yang lebih senior," kata dia.
 
Menurut dia, belajar dari yang lebih senior itu penting. Tetapi, NasDem juga harus tahu diri jika mau lebih maju harus kerja lebih keras lagi.
 
"Kalau kita mau memperoleh kursi lebih tinggi lagi, maka diperlukan konsistensi ucapan dan perbuatan. Diperlukan komitmen dan kesetiaan yang mengikat bukan janji sembarang janji, bukan hanya ucapan akulah yang paling setia mendampingi Bapak Presiden," tegas dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif