Ilustras- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat Kabinet Indonesia Maju. MI/Ramdani.
Ilustras- Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin memimpin rapat Kabinet Indonesia Maju. MI/Ramdani.

Jokowi Usul Istilah Radikalisme Diganti Manipulator Agama

Nasional radikalisme
Desi Angriani • 31 Oktober 2019 16:13
Jakarta: Presiden Joko Wododo mengusulkan istilah radikalisme diganti menjadi manipulator agama. Hal ini demi mencegah meluasnya paham radikal di masyarakat.
 
"Apakah ada istilah lain yang bisa kita gunakan, misalnya manipulator agama," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 31 Oktober 2019.
 
Menurutnya, radikalisme masih menjadi ancaman nyata di Indonesia. Paham tersebut sudah menjalar di institusi pemerintah, kelompok masyarakat, hingga institusi non-pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Harus ada upaya yang serius untuk mencegah meluasnya," kata Jokowi.
 
Salah satu cara menumpas paham radikal ialah pembangunan sumber daya manusia (SDM). Presiden memprioritaskan pembangunan kualitas SDM berlandaskan Pancasila.
 
Presiden menyerahkan konsep pencegahan penyebaran paham radikal kepada Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD.
 
"Saya serahkan kepada Pak Menko Polhukam untuk mengkoordinasikan masalah ini," tegas dia.
 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif