Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan--Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Suara Kader Demokrat Terbelah

Nasional partai demokrat
Arga sumantri • 01 Juli 2019 15:24
Jakarta: Partai Demokrat akan menggelar rapat majelis tinggi untuk memutuskan arah politik untuk lima tahun ke depan. Sekretaris Jenderal Demokrat Hinca Panjaitan menyebut suara kader masih terbelah terkait sikap politik Demokrat.
 
"Per hari ini, ada yang minta di oposisi saja atau di luar, ada yang seperti yang sekarang (penyeimbang), ada yang berpendapat bagus juga kalau bersama-sama (pemerintah)," kata Hinca di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.
 
Hinca menjelaskan situasi serupa terjadi merujuk hasil Pemilihan Legislatif 2019. Hal ini berdasarkan pengakuan calon anggota legislatif (caleg) Demokrat di 80 daerah pemilihan (dapil).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada yang Partai Demokrat itu menang, unggul, di dapil yang unggulnya Pak Jokowi (presiden terpikih Joko Widodo), ada yang unggulnya Pak Prabowo (capres Prabowo Subianto), ini keniscayaan," jelasnya.
 
Hinca menyakini terbelahnya suara kader ini bukan masalah bagi Demokrat. Kader Demokrat selalu manut ketika partai sudah memutuskan secara resmi sikap politiknya.
 
"Di Demokrat itu nanti kalau sudah diputuskan ketua umum (Susilo Bambang Yudhoyono), semuanya ikut," ungkapnya.
 
Hinca mengatakan sikap politik Demokrat akan diputuskan dalam forum majelis tinggi yang digelar usai 40 hari meninggalnya istri SBY, Ani Yudhoyono. Apakah menjadi oposisi atau bergabung dengan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.
 
"Yang penting Demokrat pernah 10 tahun memimpin, dan sekarang lima tahun menjadi penyeimbang. Nah, nanti lima tahun ke depan kami putuskan setelah majelis tinggi rapat," ungkapnya.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif