Lantik Iriawan, Pemerintah Dinilai Ciptakan 'Ruang Tembak'

Whisnu Mardiansyah 21 Juni 2018 11:53 WIB
pilgub jabar 2018
Lantik Iriawan, Pemerintah Dinilai Ciptakan 'Ruang Tembak'
Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani--Antara/Reno Esnir
Jakarta: Keputusan Menteri Dalam Negeri melantik Komjen M.Iriawan sebagai Penanggung Jawab Gubernur Jawa Barat dinilai tidak tepat. Apalagi keputusan ini diambil satu tahun jelang pilpres 2019.  

"Saya kira bukan keputusan yang tepat mengingat saat ini sudah memasuki tahun politik. Dengan keputusan tersebut  pemerintah telah menciptakan 'ruang tembak' bagi dirinya sendiri," kata Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 21 Juni 2018. 

Arsul mengatakan semestinya pemerintah sadar sedari awal, keputusan melantik Iriawan bakal menimbulkan kegaduhan. Pada saat wacana ini digulirkan pun sudah menimbulkan pro dan kontra. 


Baca: Iriawan Dipilih karena Sangat Mengenal Jabar

Dari aspek hukum pengangkatan perwira tinggi Polri aktif sebagai Pj gubernur diperdebatkan. Pemerintah seharusnya tak mengambil kebijakan yang masih bersifat abu-abu. 

"Karena dari sisi hukum memang terbuka untuk bisa diperdebatkan. Mestinya pemerintah tidak malah membiarkan adanya ruang tembak terhadap dirinya sendiri," pungkasnya. 



Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Sestama Lemhanas Komjen M Iriawan sebagai Penanggung Jawab Gubernur Jawa Barat. Sebelumnya, posisi Gubernur diisi Pelaksana Harian Sekda Jabar Iwa Karniwa.

Iriawan akan mengisi jabatan Kepala Daerah di Provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan memasuki akhir masa jabatan. Saat melantik, politikus PDI Perjuangan itu percaya Iriawan bisa menjalankan tugas sebagai Pj Gubernur.



(YDH)