Ilustrasi Partai Golkar. Medcom.id
Ilustrasi Partai Golkar. Medcom.id

Survei: Elektabilitas Golkar Rontok Jadi 5,6%

Nasional pemilu partai golkar pilpres
Anggi Tondi Martaon • 29 Desember 2020 17:11
Jakarta: Elektabilitas Partai Golkar rontok setahun setelah Pemilu 2019. Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan elektabilitas Golkar hanya 5,6 persen.
 
"Suara Golkar menurun dari 12,3 persen (perolehan suara Pileg 2019) menjadi 5,6 persen," kata Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas, dalam konferensi pers virtual Sentimen Publik Nasional terhadap Kondisi Ekonomi-Politik Tahun 2020 dan Prospek 2021, Selasa, 29 Desember 2020.
 
Partai politik lain juga mengalami nasib serupa. Elektabilitas Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turun dari 8,2 persen menjadi 5,2 persen; Demokrat dari 7,8 persen menjadi 4,5 persen. Kemudian, NasDem dari 9,1 persen menjadi 3,1 persen; Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari 9,7 persen menjadi 3 persen; Partai Amanat Nasional (PAN) dari 6,84 persen menjadi 1,1 persen; dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dari 4,52 persen menjadi 1,2 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, peningkatan elektabilitas terjadi pada PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng moncong putih itu mendapat dukungan 31,3 persen. Angka ini lebih tinggi dari perolehan suara pada Pileg 2019 sebesar 19,3 persen.
 
“Hasil ini merupakan modal penting bagi PDI Perjuangan dan peringatan bagi partai-partai lainnya,” ujar Abbas.
 
(Baca: Golkar Setia Mendukung Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf)
 
Sementara itu, elektabilitas Partai Gerindra sebesar 13,4 persen. Elektabilitas mengalami peningkatan dari Pileg 2019 sebesar 12,6 persen.
 
Survei dilaksanakan pada 23-26 Desember 2020 kepada 1.202 orang. Pemilihan responden dilakukan secara acak (random).
 
Survei dilakukan melalui wawancara telepon. Margin of error diperkirakan +/-2,9 persen dengan tingkat kepercayaan survei 95 persen.

Golkar santai

Wakil Ketua Umum DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia Tanjung menanggapi santai hasil survei tersebut. Dia mengatakan Golkar selalu memiliki elektabilitas rendah berdasarkan hasil survei.
 
"Kalau di survei memang segitu-segitu saja. Tapi kalau di pemilunya alhamdulillah lebih dari itu lah," kata Doli.
 
Namun, Ketua Komisi II DPR itu menyebut hasil survei bakal dijadikan motivasi untuk memperbaiki kinerja partai. Golkar bakal melakukan pembenahan agar kembali berjaya pada Pileg 2024.
 
"Survei dari lembaga survei itu buat kami second opinion yang terus memotivasi kami bahwa PR (pekerjaan rumah) ke depan masih banyak dan waktunya cukup panjang empat tahun lagi," ujar dia.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif