Warga melaksanakan salat Jumat di salah satu masjid di kawasan Pancoran, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Warga melaksanakan salat Jumat di salah satu masjid di kawasan Pancoran, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Materi Khotbah dari Kemenag Tidak Boleh Bersifat Wajib

Nasional kementerian agama DPR RI
Anggi Tondi Martaon • 22 Oktober 2020 14:41
Jakarta: Komisi VIII DPR tak mempermasalahkan rencana Kementerian Agama (Kemenag) membuat materi khotbah salat Jumat. Namun, penggunaan materi tidak boleh bersifat wajib.
 
"Bukan materi wajib yang harus dipakai oleh para khatib, para ulama, para ustaz," kata Ketua Komisi VIII Yandri Susanto saat dihubungi, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu tidak ingin rencana pembuatan materi khotbah dilandasi kecurigaan. Terutama, menuduh khotbah yang disampaikan khatib bermakna radikal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekali lagi, stempel radikalisme itu ditempelkan kepada Islam atau penceramah, itu pasti kita tolak," ungkap dia.
 
Yandri mendukung niat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam jika hanya untuk memperkaya materi khotbah. Dengan begitu, pesan yang disampaikan kepada masyarakat lebih beragam.
 
"Yang paling penting dipastikan itu bukan materi wajib," ujar dia.
 
Baca: Kemenag Bakal Pasok Materi Khotbah Jumat
 
Kemenag berencana memasok materi khotbah salat Jumat. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas para pemuka agama atau khatib.
 
"Saat ini diperlukan materi khotbah salat Jumat yang responsif dan relevan dengan perkembangan zaman," kata Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin, Selasa, 20 Oktober 2020.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif