Gedung DPR RI. Foto: MI/Barry Fatahilah
Gedung DPR RI. Foto: MI/Barry Fatahilah

Ketua Komisi II Klaim Masyarakat Papua Antusias Sambut DOB

Antara • 26 Juni 2022 05:41
Jakarta: Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengeklaim bahwa masyarakat Papua antusias menyambut pembentukan daerah otonomi baru (DOB). Antusiasme masyarakat, kata dia, terlihat saat dirinya melaksanakan kunjungan kerja ke Merauke dan Jayapura.
 
"Memang nampak sekali antusias masyarakat terkait pembentukan DOB, baik itu di Merauke maupun di Jayapura," kata Doli Tandjung seusai melakukan pertemuan dengan Forkopimda Papua dan bupati dari 25 kabupaten dan kota di Papua, dilansir Antara, Minggu, 26 Juni 2022.
 
Pertemuan dengan agenda mendapatkan masukan terkait pembahasan tiga RUU tentang pemekaran di Papua berlangsung aman. Diakui, dalam pertemuan yang berlangsung di Jayapura ada dua masalah yang mencuat, yakni terkait ibu kota Provinsi Papua Tengah dan keberadaan Kabupaten Pegunungan Bintang yang ingin tetap bergabung dengan Papua.
 
Untuk masalah ibu kota Provinsi Papua Tengah, politisi Partai Golkar berharap agar delapan bupati yang berada di wilayah itu segera membahas dan memutuskan keberadaan ibu kota, apakah di Nabire atau Timika.
 
Untuk keberadaan Kabupaten Pegunungan Bintang yang enggan bergabung dengan Provinsi Papua Pegunungan Tengah dan memilih tetap berada di provinsi induk walaupun provinsi induk menolak diminta untuk dibahas lagi.
 
"Komisi II DPR RI mendorong kedua masalah itu dibahas hingga tercapai kata sepakat mengingat akan diundangkan tanggal 30 Juni mendatang," ungkap Doli.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemekaran di Papua berdasarkan kekhususan dengan dasar hukum UU Otsus Papua. Sedangkan provinsi lainnya menggunakan UU no 23 tahun 2014.
 
Karena itulah Komisi II DPR RI meminta pemerintah, dalam hal ini Kemendagri, untuk membuat roadmap tentang rencana kerja dari pemekaran ke tiga provinsi hingga menjadi mapan dan berdiri sendiri.
 
"Komisi II akan terus mengawal hingga terwujudnya pemekaran di tiga provinsi hingga diundangkan," tutur Doli.
 
(DEV)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif