Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Din Syamsudin. Foto: Antara/Agung Rajasa
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Din Syamsudin. Foto: Antara/Agung Rajasa

MUI Dukung Indonesia Jadi Mediator Konflik Qatar-Arab

M Sholahadhin Azhar • 07 Juni 2017 19:42
medcom.id, Jakarta: Indonesia sebagai salah satu Negara Islam terbesar di dunia memiliki pengaruh tersendiri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan sikap mendukung Pemerintah Indonesia memfasilitasi kisruh Qatar yang membuat hubungan internasional kawasan Timur Tengah memanas.
 
Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Din Syamsudin mendorong pemerintah Indonesia berperan ikut aktif dalam meredam tensi tinggi di kawasan timur tengah.
 
"Untuk melakukan langkah cepat dan segera, untuk mengatasi keadaan dengan berbicara bersama pihak-pihak yang berseteru, untuk menghentikan upaya-upaya perseteruan," kata Din di gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu 7 Juni 2017.

Caranya bisa bermacam. Misalnya, Presiden Joko Widodo dapat menginisiasi sidang darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang beranggotakan negara-negara terkait. Paling tidak tindakan ini dapat mencegah konflik semakin meluas dan runcing.
 
Langkah lain yang yang dapat diambil Indonesia yakni menginisiasi konferensi tingkat tinggi di Indonesia. Indonesia yang tak ikut terlibat dalam konflik kawasan dan rekam jejak negara yang damai menjadi nilai tawar yang tinggi sebagai mediator.
 
Baca: Upaya Mediasi Akhiri Krisis Diplomatik Qatar Berakhir Gagal
 
"Supaya ada tindakan preventif terhadap konflik itu," kata Din.
 
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Bachtiar Nasir berharap Kementerian Luar Negeri RI mau menyampaikan hal ini pada Presiden RI. Sebab Indonesia harus mengambil posisi sebagai penengah.
 
"Menjadi inisiator dialog dari kebuntuan komunikasi di sana. Kemungkinan juga bisa dibicarakan di Indonesia," katanya.
 
Baca: Indonesia Siap Berkontribusi Redakan Ketegangan Qatar-Arab Saudi
 
Arab Saudi dan beberapa negara memutus hubungan dengan Qatar pada Senin 5 Juni 2017. Mereka menuduh Qatar mendukung sejumlah grup teroris dan berusaha menggoyang stabilitas Timur Tengah.
 
Adapun dalam kondisi yang memanas ini, negara yang mengikuti langkah Arab Saudi adalah Bahrain, Uni Emirat Arab, Mesir, Yaman, Libya, Maladewa dan Mauritius. Sementara Yordania menurunkan level kontak diplomatik dengan Qatar dan menutup cabang Al-Jazeera di negaranya
 
Kementerian Luar Negeri Qatar membantah tuduhan negara-negara Teluk. Doha mengaku kecewa atas pemutusan hubungan diplomatik, namun menegaskan tidak akan mengambil langkah-langkah yang dapat meningkatkan ketegangan.
 
Dalam beberapa pemberitaan, Arab Saudi memberikan syarat agar hubungan kedua negara kembali normal. Arab meminta agar Qatar untuk mengusir semua anggota kelompok Ikhwanul Muslimin dan Qatar. Hal tersebut juga disertai pembekuan rekening bank kelompok tersebut.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(SUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan