Jakarta: Hatta Rajasa kembali ke lingkar pemerintahan setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada Jumat, 2 Oktober 2026. Hatta mendampingi Pratikno yang ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres.
Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dan didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Dalam prosesi tersebut, Hatta bersama Pratikno dan anggota Wantimpres lainnya mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.
Penunjukan Hatta menambah panjang rekam jejaknya di pemerintahan. Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 18 Desember 1953 itu sebelumnya pernah menduduki sejumlah posisi menteri pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Hatta merupakan lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1973. Sebelum masuk politik, ia berkarier di sektor swasta. Ia pernah menjadi Wakil Manajer Teknis PT Meta Epsi dan kemudian menjabat Presiden Direktur Arthindo. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat Hatta menjabat Presiden Direktur Arthindo pada periode 1982 hingga 2000.
Karier politik Hatta mulai menanjak setelah ia bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Pada Pemilu 1999, Hatta terpilih menjadi anggota DPR RI dan kemudian dipercaya menjadi Ketua Fraksi Reformasi DPR RI.
Tidak lama berkiprah di parlemen, Hatta masuk ke pemerintahan. Pada 2001, Presiden Abdurrahman Wahid menunjuknya sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi. Ia menjalankan jabatan tersebut dalam Kabinet Gotong Royong hingga 2004.
Setelah Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden, Hatta kembali mendapat posisi di kabinet. Pada periode 2004-2007, ia dipercaya menjadi Menteri Perhubungan. Selanjutnya, pada 2007-2009, Hatta ditunjuk sebagai Menteri Sekretaris Negara.
Kariernya di pemerintahan mencapai posisi strategis ketika SBY menunjuknya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada 2009. Hatta menduduki jabatan tersebut hingga Mei 2014. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat Hatta sebagai Menko Perekonomian pada periode 22 Oktober 2009 hingga 13 Mei 2014.
Selain berkiprah di pemerintahan, Hatta juga memiliki perjalanan panjang di PAN. Ia pernah menjabat Sekretaris Jenderal PAN sebelum kemudian menjadi Ketua Umum partai tersebut. Pengalaman tersebut membuat Hatta menjadi salah satu politikus senior yang memiliki pengalaman di parlemen, partai politik, dan pemerintahan.
Nama Hatta kemudian kembali menjadi sorotan pada Pemilu 2014. Ketika itu, ia dipilih menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Pasangan Prabowo-Hatta diusung sejumlah partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.
Pasangan tersebut kemudian kalah dalam Pilpres 2014 dari pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Setelah kontestasi tersebut, Hatta tidak lagi menduduki jabatan menteri dan secara bertahap keluar dari pusat pemerintahan.
Hubungan politik Hatta dengan Prabowo menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya. Keduanya pernah berada dalam satu pasangan pada Pilpres 2014. Lebih dari satu dekade kemudian, Hatta kembali berada dalam struktur pemerintahan Prabowo, kali ini sebagai Wakil Ketua Wantimpres.
Sebelum pelantikan, Hatta mengungkapkan tawaran menjadi Wakil Ketua Wantimpres datang langsung dari Presiden Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Menurut Hatta, komunikasi tersebut berlangsung sekitar dua hari sebelum pelantikan.
"Saya sebetulnya ditelepon Pak Mensesneg dan itu dua hari yang lalu menyampaikan pesan Presiden apakah bersedia di Wakil Ketua Wantimpres," kata Hatta di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (2/10/2026).
Dengan pengalaman sebagai anggota DPR, pimpinan partai, serta empat kali menduduki posisi menteri, Hatta kini kembali menjalankan peran di lingkungan kepresidenan. Posisi Wakil Ketua Wantimpres menempatkannya bersama Pratikno dalam lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.
Pengangkatan Hatta juga mempertemukan kembali dua figur yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan, meski dari jalur politik yang berbeda. Pratikno merupakan mantan Menteri Sekretaris Negara pada era Joko Widodo, sementara Hatta pernah menduduki posisi Menteri Sekretaris Negara dan Menko Perekonomian pada era SBY.
Dengan demikian, Hatta Rajasa memasuki fase baru dalam karier politiknya setelah lebih dari satu dekade meninggalkan jabatan eksekutif. Dari teknisi perusahaan minyak, pengusaha, anggota DPR, menteri di beberapa pemerintahan, hingga calon wakil presiden, Hatta kini dipercaya sebagai Wakil Ketua Wantimpres di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan