Presiden Joko Widodo. Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden: Belanja Barang Modal dan Jasa Harus di Dalam Negeri

Nasional Jokowi Produk Dalam Negeri barang dan jasa belanja negara
Andhika Prasetyo • 28 April 2022 11:38
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh menterinya untuk memprioritaskan belanja barang modal dan jasa dari pasar dalam negeri. Dia tidak ingin program-program pemerintah yang berjalan bergantung pada barang-barang impor.
 
“Ini sudah dua kali saya sampaikan. Kita harus fokus pada peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Artinya, belanja barang dan jasa, belanja barang modal, harus diarahkan pada produk-produk dalam negeri,” tegas Jokowi dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis, 28 April 2022.
 
Kepala Negara mengatakan pemerintah memiliki bekal anggaran yang besar untuk belanja barang modal dan jasa. Pada tahun ini di tingkat pusat, dana yang dialokasikan mencapai Rp526 triliun. Di tingkat daerah mencapai Rp535 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Total sudah Rp1.062 triliun. Ditambah lagi anggaran BUMN ada Rp420 triliun. Ini angka yang besar sekali. Jangan sampai angka yang besar sekali ini dibelanjakan untuk barang-barang impor. Kurangi sebanyak-banyaknya pembelian produk impor,” jelas dia.
 
Selain memprioritaskan belanja di dalam negeri, dia juga menginstruksikan para menterinya untuk membuat kebijakan-kebijakan yang bisa mendongkrak kapasitas produksi nasional. Kementerian dan lembaga terkait harus berpihak pada industri yang bergerak di bidang substitusi impor.
 
“Misalnya, jagung masih impor, kita tanam jagung. Tanam jagung di manapun juga tumbuh, kenapa masih impor. Kedelai kita juga masih impor, padahal banyak daerah yang sesuai untuk penanaman kedelai. Lakukan itu. Beri juga pendampingan agar mereka bisa naik kelas dan produk-produknya bisa mengikuti standar internasional,” tutur Jokowi.
 
Presiden juga memerintahkan para pembantunya untuk mempercepat pengembangan industri hilir di dalam negeri. Daerah-daerah yang memiliki hasil pertambangan harus didorong untuk segera membangun smelter. Begitu pun daerah-daerah sentra pertanian. Mereka harus diarahkan untuk masuk ke indsutri sehingga akan tercipta nilai tambah dan membuka lapanga kerja sebesar-besarnya bagi masyarakat.
 
“Sekali lagi saya ingatkan, jangan kita terus-menerus menjadi pengeskpor barang mentah, stop!” tegas dia.
 
Baca: Rangkaian Pertemuan G20 Jadi Sarana Pamer Produk Lokal
 
Semua upaya tersebut, kata Jokowi, harus dilakukan agar Indonesia bisa bertahan dari gejolak perekonomian global yang diprediksi masih terjadi hingga tahun depan. Selain pandemi covid-19 yang diperkirakan belum akan usai, ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina makin membuat kondisi dunia tidak stabil.
 
Supply chain terganggu. Krisis energi dan pangan terjadi. Akhirnya inflasi global meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi dunia akan mengalami perlambatan,” kata dia.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif