Pengacara Todung Mulya Lubis bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/12/2017). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Pengacara Todung Mulya Lubis bersiap menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/12/2017). Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

Bekal Todung Bertugas di Negeri 'Surga Demokrasi'

Nasional dubes
Yogi Bayu Aji • 20 Februari 2018 14:24
Jakarta: Advokat senior Todung Mulya Lubis sudah memiliki banyak bekal untuk bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia merangkap Islandia. Dia akan memanfaatkan pengalaman untuk mengharumkan nama Tanah Air di sana.
 
Dia sudah lama berkecimpung sebagai aktivis di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan jaringan lembaga swadaya masyarakat (LSM) lainnya. Dia yakin hal ini akan bermanfaat di Norwegia yang fokus akan hak asasi manusia (HAM).
 
"Jadi saya memang ditempatkan di daerah yang sebetulnya kalau kita baca di survei, Norwegia adalah negara paling demokratis di dunia. Kemudian Islandia negara paling demokratis kedua di dunia. Jadi Anda bisa bayangkan saya masuk ke negara surganya demokrasi," kata Todung di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 20 Februari 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia akan menjelaskan kepada negara barat bila masalah HAM yang ada di Indonesia amat kompleks. Penyelesaian masalah HAM pun tak semudah yang dibayangkan mereka.
 
Sementara itu, sebagai Dubes RI, Todung akan fokus menarik investasi dari Norwegia ke Indonesia. Kedua negara, kata dia, juga sudah banyak memiliki hubungan kebudayaan hingga pendidikan.
 
Todung tak mempermasalahkan menjadi Dubes untuk dua negara, Norwegia dan Islandia. Pasalnya, Islandia adalah negara yang relatif kecil dengan penduduk hanya sekitar 326 ribu jiwa.
 
"Kalau negara yang relatif kecil itu ada Dubes akan mahal sekali ongkosnya," jelas dia.
 
Khusus di Norwegia, dia memperkirakan ada sekitar 6.000 warga negara Indonesia. Kebanyakan dari mereka bekerja di bidang energi, perikanan, dan kelautan.
 
Dia menyebutkan tak banyak masalah yang dihadapi WNI di Norwegia. "Itu negara paling happy di dunia. Kedua negara income perkapitanya sangat tinggi. Ketiga negara yang ekonominya sangat maju," kata dia.
 

(MBM)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif