Masyarakat Diimbau Tak Terpancing Aksi Bela Bendera HTI
Wakil Ketua TKN KIK Abdul Kadir Karding/Medcom.id/Arga Sumantri
Jakarta: Masyarakat diminta tak terpancing dengan aksi bela bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Terutama, isu-isu yang digulirkan berpotensi menimbulkan perpecahan.

"Karena tauhid itu adanya di hati, tauhid itu keyakinan, dan jangan terkecoh atau termakan oleh isu  yang terjadi adalah pembakaran kalimat tauhid. Tidak benar," kata Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin Abdul Kadir Karding kepada Medcom.id, Kamis, 1 November 2018. 

Aksi bela bendera HTI ini akan berlangsung, Jumat, 2 November 2018. Unjuk rasa itu merupakan buntut dari pembakaran bendera milik HTI yang bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat.


Menurut Karding, narasi yang benar adalah terjadi pembakaran bendera HTI. Organisasi itu telah dinyatakan terlarang dan dibubarkan pemerintah. 

"Karena organisasi tersebut melakukan gerakan bertentangan dengan Pancasila. Yaitu ingin mengganti sistem negara Pancasila menjadi sistem khilafah," ungkapnya. 

Baca: Massa PA 212 Berancang-ancang Demo Lagi

Politikus PKB itu mengajak seluruh komponen bangsa menolak pemikiran HTI. Gagasan HTI tak boleh berkembang di Tanah Air. "Karena itu menyangkut eksistensi negara." 

Menurut Karding, imbauan serupa telah dilontarkan pimpinan organisasi massa (ormas) Islam besar di Indonesia. Itu dilakukan lewat pernyataan bersama pimpinan ormas Islam Indonesia dalam pertemuan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Usai pertemuan, kata Karding, Kalla juga meminta masyarakat tidak terpancing dan menyaring semua informasi yang masuk. Masyarakat juga tidak boleh gegabah dan menyerahkan insiden itu kepada aparat penegak hukum.

"Dan sudah ditangani secara hukum, baik Banser maupun pembawa bendera yang memang oleh pembawa bendera itu jelas dikatakan, diakui, bahwa itu bendera HTI," ucap dia.

Pimpinan Nadhlatul Ulama dan Muhammadiyah juga mendorong agar semua jemaahnya tidak ikut-ikutan dalam aksi tersebut. Masyarakat diimbau mengedepankan ukhuwah islamiyah demi persatuan.

"Kebersamaan sebagai muslim untuk persatuan kita. Untuk NKRI kita, untuk Pancasila kita," pungkasnya. 



(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id