4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Pemerintah Prioritaskan Konektivitas Wilayah

Media Indonesia 25 Oktober 2018 10:44 WIB
4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK
Pemerintah Prioritaskan Konektivitas Wilayah
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla.
Jakarta: Pemerintah memprioritaskan konektivitas wilayah. Pembangunan infrastruktur seperti bandara dan pelabuhan harus disegerakan agar konektivitas dan suplai logistik berjalan dengan baik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai konektivitas yang dibangun dalam konteks Indonesia-sentris menjadi prioritas.

"Kalau kita bicara mengenai Indonesia-sentris, memang Kemenhub menjadi salah satu pihak yang senantiasa harus memberikan yang terbaik melalui penciptaan konektivitas, baik melalui akses darat, laut, maupun udara," kata Budi dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 25 Oktober 2018.


Karena itu, ia menjadikan Papua sebagai salah satu pusat pembangunan Indonesia-sentris karena ada dispartitas harga.

"Disparitas harga terjadi karena memang terbatas dan tidak ada angkutan ke Papua, baik dari NTT, Kaltara, dan Natuna. Ini yang secara langsung harus diselesaikan," tuturnya.

Menurut dia, strategi untuk mengatasi persoalan itu ialah dengan membangun pelabuhan dan bandara, khususnya di beberapa tempat yang menggambarkan kesenjangan tersebut.

Ia menuturkan telah dibangun Bandara Nop Goliat Dekai yang melayani Kota Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Papua, dengan anggaran lebih dari Rp500 milliar untuk menggantikan Bandara Wamena. Hal itu agar pesawat apa pun dapat masuk ke bandara itu dan logistik bisa langsung didistribusikan.

Baca: Berkeadilan di Timur Indonesia

Untuk itu, lanjut dia, pembangunan bandara harus disegerakan agar konektivitas dan suplai logistik berjalan dengan baik. "Kemenhub menyuplai bahan-bahan pokok, sedangkan BUMN menyuplai bahan bakar dan energi. Alhasil, apresiasi pun banyak diberikan masyarakat," katanya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan rasio elektrifikasi mencapai 98,05% atau melampaui target yang dicanangkan sebesar 97,1%. "Tahun depan dapat menyentuh angka 99,9%."

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) selaku penyedia listrik tetap berkomitmen meningkatkan layanan. Direktur Keuangan PT PLN Sarwono menegaskan perseroan tak memikirkan kurs rupiah karena hanya berdampak pada pembukuan semata.

"Jadi (nilai tukar rupiah) tidak menganggu investasi kita karena ruginya cuma rugi buku, yang penting kami masih untung walau sedikit," pungkasnya.



(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id