medcom.id, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkicau soal Perppu Pilkada melalui akun Twitternya. Dalam kicauannya, SBY mengungkap sudah ada kesepakatan hitam di atas putih Koalisi Merah Putih (KMP) mendukung pilkada langsung.
"Sekitar pkl 20.00, saya terima lembar kesepakatan utk (1) Kebersamaan di DPR & MPR; (2) Dukung Perpu Pilkada Langsung dgn perbaikan. *SBY*."
"Kesepakatan itu ditandatangani semua Ketum & Sekjen, mulai dari PG, PGerindra, PAN, PKS, PPP & juga PD. Khusus PPP hanya Ketum. *SBY*."
Itulah dua kicauan SBY hari ini yang menjelaskan sudah adanya kesepakatan tersebut. Namun Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham tak mau menjawab pasti. Berkali-kali ditanya apakah benar KMP sudah menyetujui, Idrus selalu berkilah.
"Saya belum tahu. Jadi masalah perppu itu hak konstitusional presiden dan tentu sampai di DPR kita akan melihat bagaimana substansinya dan biarlah itu berproses seperti apa adanya. Saya kira nanti teman-teman di DPR akan membahas secara kritis bagaimana persoalan-persoalan, dan pada saat yang sama kita akan memerhatikan dinamika yang ada," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Idrus terus berkilah ketika ditanya bagaimana bisa ia tak tahu jika KMP sudah menandatangani kesepakatan soal Perppu Pilkada. Toh, SBY sudah secara gamblang membeberkan di media sosial.
"Bukan, bukan gitu nanti akan kita bahas semua. Sepakat seperti apa kan kita akan melihat nanti substansinya. Itu adalah hak konstitusional presiden dan nanti DPR akan membahasnya itu saja," terang Idrus.
Idrus mengaku pihaknya tak akan mendukung sesuatu yang secara substansi belum jelas. Perppu Pilkada memang belum sampai ke meja pimpinan DPR.
medcom.id, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkicau soal Perppu Pilkada melalui akun Twitternya. Dalam kicauannya, SBY mengungkap sudah ada kesepakatan hitam di atas putih Koalisi Merah Putih (KMP) mendukung pilkada langsung.
"Sekitar pkl 20.00, saya terima lembar kesepakatan utk (1) Kebersamaan di DPR & MPR; (2) Dukung Perpu Pilkada Langsung dgn perbaikan. *SBY*."
"Kesepakatan itu ditandatangani semua Ketum & Sekjen, mulai dari PG, PGerindra, PAN, PKS, PPP & juga PD. Khusus PPP hanya Ketum. *SBY*."
Itulah dua kicauan SBY hari ini yang menjelaskan sudah adanya kesepakatan tersebut. Namun Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham tak mau menjawab pasti. Berkali-kali ditanya apakah benar KMP sudah menyetujui, Idrus selalu berkilah.
"Saya belum tahu. Jadi masalah perppu itu hak konstitusional presiden dan tentu sampai di DPR kita akan melihat bagaimana substansinya dan biarlah itu berproses seperti apa adanya. Saya kira nanti teman-teman di DPR akan membahas secara kritis bagaimana persoalan-persoalan, dan pada saat yang sama kita akan memerhatikan dinamika yang ada," kata Idrus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2014).
Idrus terus berkilah ketika ditanya bagaimana bisa ia tak tahu jika KMP sudah menandatangani kesepakatan soal Perppu Pilkada. Toh, SBY sudah secara gamblang membeberkan di media sosial.
"Bukan, bukan gitu nanti akan kita bahas semua. Sepakat seperti apa kan kita akan melihat nanti substansinya. Itu adalah hak konstitusional presiden dan nanti DPR akan membahasnya itu saja," terang Idrus.
Idrus mengaku pihaknya tak akan mendukung sesuatu yang secara substansi belum jelas. Perppu Pilkada memang belum sampai ke meja pimpinan DPR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LAL)