NEWSTICKER
Ketua Masyarakat Peduli Penyelenggaraan Pemilu (MPPP) Imam Prasodjo. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id
Ketua Masyarakat Peduli Penyelenggaraan Pemilu (MPPP) Imam Prasodjo. Foto: Theofilus Ifan Sucipto/Medcom.id

Kasus Wahyu Setiawan Jangan Melunturkan Integritas KPU

Nasional pemilu serentak 2019
Theofilus Ifan Sucipto • 16 Januari 2020 11:50
Jakarta:Jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) harus tetap fokus sebagai penyelenggara pemilu. Integritas KPU diharapkan tak luntur karena kasus suap yang melibatkan salah satu komisioner, Wahyu Setiawan.
 
"Hal seperti ini jangan membuat teman-teman KPU mundur. Mas Arief (Ketua KPU Arief Budiman) jangan mundur, karena kepemimpinan justru hadir saat krisis," kata Ketua Masyarakat Peduli Penyelenggaraan Pemilu (MPPP) Imam Prasodjo di Gedung KPU, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Januari 2020.
 
Imam meminta Arief tegas dan berani mengusut hal-hal yang mencederai integritas KPU. Demokrasi di Indonesia bakal tercoreng bila pelanggaran terhadap integritas KPU dibiarkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena ini juga mencederai petugas dan teman-teman kita yang wafat dan sakit (saat penyelenggaraan pemilu)," ujar sosiolog Universitas Indonesia itu.
 
MPPP juga memberikan santunan kepada 300 orang. Santunan tersebut untuk menghormati petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan anggota kepolisian yang meninggal pada Pemilu 2019.
 
Besaran bantuan yang diberikan masing-masing Rp4,83 juta untuk 251 perwakilan petugas KPPS yang gugur, 30 Panwsalu, dan 19 anggota Polri. Santunan diprioritaskan bagi keluarga yang memiliki putra-putri di bawah 12 tahun.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif