Rapat di Baleg DPR. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Rapat di Baleg DPR. Foto: Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Pemerintah dan DPR Menyetujui Perubahan UU MD3

Nasional uu md3
M Sholahadhin Azhar • 13 September 2019 17:57
Jakarta: Revisi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) disetujui pemerintah. Kesepakatan terbentuk di dalam rapat Panitia Kerja Revisi UU MD3 di Badan Legislatif.
 
"Pemerintah bersedia melanjutkan pembahasan rancangan UU tentang MD3 dalam sidang paripurna dan dapat disahkan menjadi UU," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 September 2019.
 
Menurut dia, pemerintah tak keberatan soal substansi rancangan perubahan UU berikut naskah akademik dan substansi lain. Pemerintah menerima revisi UU MD3.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketua Panitia Kerja Revisi UU MD3 Totok Daryanto menjelaskan DPR dan pemerintah telah menyepakati revisi melalui rapat tertutup sebelumnya. Salah satunya terkait penyempurnaan redaksi pada Pasal 15 ayat (1) beserta penjelasannya.
 
Setelah dilakukan perbaikan, redaksional Pasal 15 ayat (1) berbunyi, "Pimpinan MPR terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua yang merupakan representasi dari masing-masing fraksi dan kelompok anggota yang dipilih dari dan oleh anggota MPR".
 
"Yang dimaksud dengan representasi dari masing-masing fraksi dan kelompok anggota adalah setiap fraksi atau kelompok anggota mengajukan satu orang Pimpinan MPR," kata Totok.
 
Rapat paripurna DPR, Kamis, 5 September 2019, menyetujui pembahasan revisi UU Nomor 2 Tahun 2018 tentang MD3. Terdapat lima poin usulan perubahan UU MD3.
 
Poin pertama perubahan pimpinan MPR berjumlah 10 orang yang terdiri dari satu orang dan sembilan orang wakil ketua. Kemudian, bakal calon pimpinan MPR diusulkan masing-masing fraksi.
 
Ketiga, setiap fraksi hanya berhak mengajukan satu calon pimpinan MPR. Berikutnya, pemilihan ketua MPR berdasarkan hasil musyawarah mufakat. Terakhir, apabila terjadi kebuntuan, pemilihan ketua MPR menggunakan mekanisme voting.
 

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif