medcom.id, Jakarta: Komisi I DPR saat ini sedang melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Komisi akan memilih sembilan dari 27 calon Komisioner KPI yang ada.
Komisioner KPI terpilih diharapkan menjadi penjaga gawang yang efektif terkait konten dan kualitas penyiaran di Indonesia. KPI adalah acuan agar penyiaran sesuai agenda pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Kita berharap sembilan komisoner yang terpilih nanti bekerja dengan integritas tinggi dan mengacu sepenuhnya kepada Undang-Undang Penyiaran serta aspirasi di masyarakat," kata anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/7/2016).
Politikus Golkar itu juga meminta Komisioner KPI terpilih bekerja maksimal. "Komisoner KPI itu bukan pencari pekerjaan. Kalau itu yang didapat, sulit kita membayangkan mereka akan bekerja sesuai UU dan aspirasi masyarakat," ujar Tantowi.
Pekerjaan Rumah Komisioner KPI
Tantowi meyakini, sembilan komsionser KPI terpilih akan menghadapi pekerjaan berat. Terlebih kini era digital.
"Ketika televisi kita menjadi digital, tantangan menjadi kompleks. Frekuensi itu akan menjadi efisien dan besar pula. Inilah tantangan yang sangat besar bagi KPI ke depan," ujar Tantowi.
Menurut Tantowi, tantangan terbesar Komisioner KPI adalah adanya persaingan yang terbuka sesama penyiar televisi di era digital. Jika dibiarkan bebas tanpa regulasi akan berbahaya bagi masyarakat.
"Ini akan menjadi tantangan terbesar, KPI butuh dukungan sumber daya manusia dan dukungan peralatan," pungkasnya.
medcom.id, Jakarta: Komisi I DPR saat ini sedang melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Komisi akan memilih sembilan dari 27 calon Komisioner KPI yang ada.
Komisioner KPI terpilih diharapkan menjadi penjaga gawang yang efektif terkait konten dan kualitas penyiaran di Indonesia. KPI adalah acuan agar penyiaran sesuai agenda pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Kita berharap sembilan komisoner yang terpilih nanti bekerja dengan integritas tinggi dan mengacu sepenuhnya kepada Undang-Undang Penyiaran serta aspirasi di masyarakat," kata anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/7/2016).
Politikus Golkar itu juga meminta Komisioner KPI terpilih bekerja maksimal. "Komisoner KPI itu bukan pencari pekerjaan. Kalau itu yang didapat, sulit kita membayangkan mereka akan bekerja sesuai UU dan aspirasi masyarakat," ujar Tantowi.
Pekerjaan Rumah Komisioner KPI
Tantowi meyakini, sembilan komsionser KPI terpilih akan menghadapi pekerjaan berat. Terlebih kini era digital.
"Ketika televisi kita menjadi digital, tantangan menjadi kompleks. Frekuensi itu akan menjadi efisien dan besar pula. Inilah tantangan yang sangat besar bagi KPI ke depan," ujar Tantowi.
Menurut Tantowi, tantangan terbesar Komisioner KPI adalah adanya persaingan yang terbuka sesama penyiar televisi di era digital. Jika dibiarkan bebas tanpa regulasi akan berbahaya bagi masyarakat.
"Ini akan menjadi tantangan terbesar, KPI butuh dukungan sumber daya manusia dan dukungan peralatan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(NIN)