Kepala BP2MI Benny Rhamdani/Medcom.id/Chris
Kepala BP2MI Benny Rhamdani/Medcom.id/Chris

BP2MI Bersiap Sambut 12.134 Pekerja Migran Indonesia

Nasional buruh Tenaga Kerja devisa negara Pekerja Migran Indonesia BP2MI
Antara • 26 April 2022 13:45
Jakarta: Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengantisipasi kepulangan 12.134 pekerja migran Indonesia (PMI). Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, menyebut para PMI yang pulang memiliki kontrak kerja yang berakhir pada Mei 2022.
 
"Semuanya diperkirakan kembali ke Indonesia. Mereka tersebar di 24 negara," kata Kepala BP2MI Benny dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Jakarta, Selasa, 26 April 2022.
 
Menurut data BP2MI, kepulangan tenaga kerja Indonesia (TKI) mayoritas berasal dari Taiwan, dengan 6.023 orang. Kemudian, 3.760 orang dari Hongkong, 1.741 orang dari Korea Selatan, dan 610 orang dari 21 negara lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Tertunda 2 Tahun, BP2MI Preliminary Training 410 Orang ke Korsel
 
Benny mengatakan pihaknya  telah mempersiapkan kepulangan para pekerja Indonesia dari luar negeri. Dia memastikan BP2MI terus memantau pergerakan dinamis tersebut, dengan grafik memperlihatkan kepulangan yang meningkat.
 
BP2MI juga telah menyediakan tempat penampungan sementara para PMI yang akan kembali ke kampung halaman mereka. Koordinasi sudah dilakukan juga dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait rencana kepulangan para PMI tersebut.
 
"Jadi, ketika mereka tiba di Indonesia, jika mereka terkendala tidak connecting penerbangan ke daerah, daripada mereka mengeluarkan biaya untuk hotel, kami menyediakan shelter atau tempat transit sementara," tutur Benny.
 
Dia menjelaskan sesuai Surat Edaran Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 17 tahun 2022 per 5 April 2022, terdapat sepuluh pintu masuk kedatangan udara, delapan pelabuhan serta tiga pos lintas batas negara. Semuanya dapat berfungsi untuk menyambut kedatangan para PMI tersebut.
 
Beberapa ketentuan yang harus dipenuhi untuk memasuki wilayah Indonesia adalah mengunduh aplikasi PeduliLindungi sebelum keberangkatan. Kemudian, mampu memperlihatkan kartu atau sertifikat bukti telah menerima vaksin covid-19 dosis kedua minimal 14 hari sebelum keberangkatan.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif