Jokowi Berharap JKN-KIS tak Sampai Digunakan

Achmad Zulfikar Fazli 23 Mei 2018 16:20 WIB
kartu indonesia sehat
Jokowi Berharap JKN-KIS tak Sampai Digunakan
Presiden Jokowi menerima pemanfaat JKN-KIS/Medcom.id/Fikar
Jakarta: Presiden Joko Widodo berharap masyarakat sehat. Ia tak mau ada masyarakat menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ke rumah sakit sekalipun itu program pemerintah.

"Kita berharap kartu ini tidak digunakan. Artinya masyarakat sehat semuanya. Jangan senang menggunakan ini. Saya pun punya kartu enggak mau gunakan ini, enggak, enggak, enggak. Jangan digunakan ini," tegas Jokowi saat menerima menerima pemanfaat JKN-KIS di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Mei 2018.

Menurut dia, menjaga kesehatan harus dilakukan preventif. Masyarakat harus mengatur pola makan, olahraga rutin,serta tidur cukup.


Ia juga meminta rumah sakit atau pelayanan kesehatan lain tak mempersulit masyarakat berobat. Ia akan memelototi pelayanan kesehatan yang menyusahkan masyarakat.

"Saya hanya minta itu saja kok. Enggak banyak-banyak permintaan saya. Jangan sampai saya nanti ngecek ke RS ada yang ngeluh ke saya karena dipersulit, dihambat. Itu saya yang enggak mau. Pasti akan saya kejar kenapa dipersulit kenapa dihambat. Saya cari pasti," ucap eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Ia menceritakan pengalaman kunjungan mendadak ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat. Ia melihat pelayanan di kelas tiga RS tersebut.

Sebanyak 96 perrsen pasien merupakan pemegangn KIS. Itu menujukkan program pemerintah betul-betul berjalan dan dirasakan masyarakat.

Dana yang dikeluarkan BPJS buat masyarakat juga tak sedikit. Ia mencontohkan seseorang penerima manfaat yang dibiayai berobat mencapai Rp624 juta di Tanjung Pinang.

Ada pula pembayaran ratusan juta buat masyarakat di Jakarta Pusat. "Harus dibayar, itu kewajiban kita. Di Jakarta Pusat ada Rp356 juta. Ya dibayar. 'Jakarta mahal-mahal kalau sakit, Pak Gub'. Memang Jakarta mahal," kata Jokowi.

Contoh lain, lanjut dia, di wilayahKarang Anyar. Pemerintah melalui BPJS mengucurkan dana hingga Rp1 miliar buat biaya berobat masyarakat.

Semua itu harus dilakukan karena kewajiban pemerintah memastikan kesehatan rakyat. Namun, absennya masyarakat di rumah sakit menjadi tujuan utama. "Kita berharap semua rakyat kita ini sehat."



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id