Partai Politik Dilarang Berkampanye Sebelum 23 September

Dhaifurrakhman Abas 11 Agustus 2018 05:39 WIB
kampanye pilpres
Partai Politik Dilarang Berkampanye Sebelum 23 September
Ketua KPU Arief Budiman. ANT/Hafidz Mubarak.
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) melarang seluruh partai mengampanyekan calon presiden dan wakil presiden. Meskipun koalisi partai sudah mendaftarkan calon pasangan presiden dan wakil presiden ke KPU.

"Tidak boleh kampanye sekarang karena memang sekarang belum masuk masa kampanye," kata Ketua KPU, Arief Budiman di Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018.

Arief melanjutkan, masa kampanye politik baru bisa dimulai 3 hari setelah penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden. Artinya, kampanye baru bisa dilakukan pada 23 September 2018. 


"Jadi saya ingin ingatkan kepada semua pihak, jangan melakukan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan kampanye," tegas Arief. 

Selain membuka pendaftaran, KPU telah mengagendakan jadwal pemeriksaan kesehatan bagi bakal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden. Pemeriksaan kesehatan bakal dimulai pada 5-13 Agustus 2018.

Menurut Arief, proses pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta. Masing-masing calon sudah menentukan tanggal pemeriksaan kesehatan. 

"Yang satu (Jokowi-Ma'aruf Amim) tanggal 12 hari Minggu. Yang satu (Prabowo-Sandiaga Uno) tanggal 13 hari Senin," ujar Arief.

Setelah itu, KPU akan melakukan verifikasi kelengkapan dan kebenaran dokumen persyaratan administratif bakal pasangan calon pada 11-14 Agustus. Hasil verifikasi akan diberitahukan secara tertulis pada 15-17 Agustus.

Sementara itu penetapan dan pengumuman pasangan calon peserta pemilu presiden-wapres sudah dijadwalkan pada 20 September 2018. Sedangkan penetapan nomor urut diagendakan pada 21 September 2018.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id