Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan menyalahkan korban intimidasi Susi Ferawati di area car free day (CFD). Intimidasi oleh kelompok berkaus #2019GantiPresiden dianggap wajar karena sang ibu yang saat itu membawa anaknya mengenakan kaus #DiaSibukKerja .
"Kecuali si ibu dan anak tidak menggunakan kaus #DiaSibukBekerja. Pakai baju sipil dihajar diintimidasi baru," ketus Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.
Ia juga menilai wajar sang anak ikut diintimidasi. Kehadiran seorang bocah jangan dijadikan alasan publik memihak Susi.
"Ini harus disadari. Jangan pula karena ada korban anak yang menangis di situ, disyuting terus di situ," ucap Wakil Ketua DPR itu.
Baca: Ibu Korban Intimidasi Laporkan Oknum Massa #2019GantiPresiden
Ia menyayangkan pemberitaan yang terus menyudutkan kelompok berkaus #2019GantiPresiden.
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan aksi intimidasi massa viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik itu, tampak sekelompok orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden mengintimidasi orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.
Baca: Korban Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Melapor
Dalam salah satu cuplikan, kelompok tersebut menuding salah satu pria yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja sebagai orang bayaran.
Sejumlah orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terus menyoraki pria itu sambil melambaikan sejumlah uang. Padahal, pria yang ditanya tersebut sudah mengaku tak dibayar.
Selain itu, dalam video tersebut juga terekam massa yang mengintimidasi seorang ibu yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja bersama anaknya. Anak tersebut sempat ketakutan dan menangis lantaran disoraki sejumlah orang. Keduanya kemudian diamankan oleh warga lain yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden
Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Taufik Kurniawan menyalahkan korban intimidasi Susi Ferawati di area car free day (CFD). Intimidasi oleh kelompok berkaus #2019GantiPresiden dianggap wajar karena sang ibu yang saat itu membawa anaknya mengenakan kaus #DiaSibukKerja .
"Kecuali si ibu dan anak tidak menggunakan kaus #DiaSibukBekerja. Pakai baju sipil dihajar diintimidasi baru," ketus Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.
Ia juga menilai wajar sang anak ikut diintimidasi. Kehadiran seorang bocah jangan dijadikan alasan publik memihak Susi.
"Ini harus disadari. Jangan pula karena ada korban anak yang menangis di situ, disyuting terus di situ," ucap Wakil Ketua DPR itu.
Baca: Ibu Korban Intimidasi Laporkan Oknum Massa #2019GantiPresiden
Ia menyayangkan pemberitaan yang terus menyudutkan kelompok berkaus #2019GantiPresiden.
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan aksi intimidasi massa viral di media sosial. Dalam video berdurasi 2 menit 26 detik itu, tampak sekelompok orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden mengintimidasi orang-orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja.
Baca: Korban Intimidasi Massa #2019GantiPresiden Melapor
Dalam salah satu cuplikan, kelompok tersebut menuding salah satu pria yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja sebagai orang bayaran.
Sejumlah orang yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden terus menyoraki pria itu sambil melambaikan sejumlah uang. Padahal, pria yang ditanya tersebut sudah mengaku tak dibayar.
Selain itu, dalam video tersebut juga terekam massa yang mengintimidasi seorang ibu yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja bersama anaknya. Anak tersebut sempat ketakutan dan menangis lantaran disoraki sejumlah orang. Keduanya kemudian diamankan oleh warga lain yang mengenakan kaus #2019GantiPresiden
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)