Kapal perang Indonesia halau kapal penjaga pantai Tiongkok. Foto: Medcom
Kapal perang Indonesia halau kapal penjaga pantai Tiongkok. Foto: Medcom

Pidato Menlu AS Disebut Tak Mengurangi Ancaman di Natuna

Candra Yuri Nuralam • 19 Desember 2021 14:47
Jakarta: Anggota Komisi I DPR Effendi Simbolon meminta Indonesia tidak terbuai dengan pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken saat mengunjungi Indonesia pada Selasa 14 Desember 2021. Pidato Blinken diyakini tidak mengurangi ancaman di perairan Natuna.
 
"Kita ini terancam juga, sepertiga di laut Natuna itu hilang, siapa bilang kita tidak terancam?" kata Effendi dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id dengan tema 'Amerika Merapat ke Jokowi, China Sensi', Minggu, 19 Desember 2021.
 
Baca: AS Diyakini Ingin Jadikan Indonesia Batu Loncatan

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Effendi mengatakan kedaulata Indonesia terganggu oleh kehadiran Tiongkok di perairan Natuna beberapa waktu lalu. Ancaman itu terlihat dari kapal militer yang dibawa Tiongkok saat itu.
 
Kedatangan dan pidato Blinken di Indonesia diminta dibaca dengan baik. Indonesia diminta tidak terbuai dengan kedatangan Blinken.
 
"Kita ini apakah hanya sekadar tempat shelter untuk mereka (AS dan Tiongkok) ngobrol, kita terus pendengar yang baik?" tutur Effendi.
 
Effendi menegaskan pidato Blinken di Indonesia bukan jaminan Natuna aman. AS diyakini memiliki kepentingan lain dengan mengutus Blinken ke Indonesia.
 
"Ini dunia yang serba saling diametral semuanya, tidak ada kepentingan yang bisa jaminan aman," ucapnya.
 
Dalam kunjungannya di UI, Blinken membahas mengenai peningkatan pertahanan di kawasan Indo-Pasifik. Menlu Blinken menegaskan tujuan menerapkan pertahanan yang berdasarkan pada aturan yang berlaku bukanlah untuk melemahkan suatu negara.
 
Dia mengatakan pemerintahan Biden tidak menginginkan konflik di Asia, dan akan memastikan persaingan dengan Tiongkok tidak berubah menjadi konflik.
 
"Kami akan mengadopsi strategi yang lebih erat menyatukan semua instrumen kekuatan nasional kami (diplomasi, militer, intelijen) dengan sekutu dan mitra kami," kata Blinken.
 
(ADN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif