Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.

Presiden Jokowi Prihatin Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri

Andhika Prasetyo • 09 Agustus 2022 17:20
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku prihatin dengan banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang berobat ke luar negeri. Jokowi sedih rumah sakit (rs) di Indonesia menjadi pilihan terakhir warganya sendiri untuk berobat.
 
"Saya tuh paling sedih kalau mendengar ada warga negara kita yang sakit kemudian pergi ke luar negeri, ke Malaysia, ke Singapura. Ada yang ke Jepang. Ada yang ke Amerika Serikat," ujar Jokowi saat meresmikan Tower A dan B RSUD dr. Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa, 9 Agustus 2022.
 
Keprihatinan Presiden tentu bukan tanpa alasan. Langkah berobat ke luar negeri menimbulkan kerugian bagi negara. Sebab, dengan berobat di negara lain, uang yang seharusnya berputar di Tanah Air justru berada di luar negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Berapa capital outflow kita, uang yang keluar untuk membiayai yang sakit dan ke luar negeri? Lebih dari Rp110 triliun setiap tahun," kata dia.
 
Atas dasar itulah, kata Kepala Negara, pemerintah mencoba membangun rumah sakit bertaraf internasional yang dilengkapi fasilitas-fasilitas modern. Salah satunya, RSUD dr. Soedarso di Pontianak, Kalimantan Barat.
 
"Pada saat Pak Gubernur (Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji) menyampaikan kepada saya, minta bantuan ke pemerintah pusat, saya jawab saat itu juga untuk bangun," kata Jokowi.
 
Jokowi mengatakan dalam pembangunan rumah sakit tersebut, pemerintah pusat dan provinsi berkolaborasi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Barat mengeluarkan dana untuk pembangunan gedung sedangkan pemerintah pusat bertanggung jawab dalam menyediakan alat-alat kesehatan.
 
"Alkesnya kita siapkan. Habis Rp205 miliar. Ini yang namanya gotong-royong untuk menyelesaikan masalah banyaknya uang yang keluar karena ketidaksiapan rumah sakit kita," ucap Jokowi.
 

Baca: Tak Pakai APBD, Anggaran Penggantian Logo Rumah Sehat Dibebankan ke RSUD


RSUD dr. Soedarso memiliki dua gedung, yaitu Tower A yang ditujukan untuk rawat inap dan Tower B untuk ruang operasi dan pelayanan unit gawat darurat. Secara keseluruhan, fasilitas kesehatan itu memiliki 277 tempat tidur, 14 kamar operasi, dan 1 ruang X-Ray.
 
"Tadi saya cek, ada 277 tempat tidur, cek ruang operasi, cek ruang ICU, semua saya lihat sudah super modern. Jadi saya ingatkan, tidak usah kita ke luar negeri. Di sini sudah siap dan cukup untuk menangani kasus-kasus yang ada," tegas Jokowi.
 
Dia menyebut pemerintah sudah belajar banyak dari pengalaman semasa periode puncak penyebaran covid-19 di Tanah Air. Dari situ, sistem kesehatan nasional yang dulu compang-camping terus diperbaiki hingga akhirnya Indonesia menjadi salah satu negara yang dianggap berhasil mengatasi pandemi.
 
Menurut dia, seluruh pihak belajar dari pandemi dua setengah tahun ini. Jokowi menyebut pelajaran itu membuat pemerintah fokus memperbaiki sistem kesehatan nasional.
 
"Semua menjadi kelihatan pada saat kita menderita. Pada saat kita mengalami krisis kesehatan, semua kelihatan, mana yang tidak benar kelihatan, mana yang lamban kelihatan, mana yang kurang kelihatan, inilah yang sekarang kita perbaiki," tegas dia.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif