medcom.id, Jakarta: Langkah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, mengumumkan rapor Kementerian dan lembaga negara, dinilai penuh motif dan tujuan. Pengumuman ini dipublikasikan menjelang isu reshuffle kabinet yang sedang berhembus kencang.
Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, ada hal yang harus dicermati publik, mekanisme penilaian Menpan-RB dinilai memojokan beberapa kementerian dan lembaga, pada saat yang bersamaan seolah-olah reshuffle kabinet akan tiba.
“Orang yang menilai adalah orang yang dinilai juga dalam mekanisme ini, jadi ketika lembaganya berada di urutan ketiga, diumumkan ke publik, tetapi bagaimana apabila lembaganya berada di urutan ke enam puluh, apakah akan diumumkan juga ke publik,” Kata Ray di acara Prime Time News, Metro TV, Selasa (5/1/2016).
Ray menambahkan, dirinya menganalisa ada dua kemungkinan, motif dibalik pengumuman penilaian terhadap tujuh puluh tujuh kementerian dan lembaga negara.
Pertama, pengumuman ini adalah bagian dari strategi Menteri Yuddy Chrisnandi mempertahankan posisinya sebagai menteri ditengah isu reshuffle kabinet yang sedang kencang berhembus.
Kedua, memiliki kepentingan untuk mengeluarkan anggota kabinet tertentu dari partai tertentu. Mengingat ada isu satu kursi PKB di kabinet akan dicabut dan diberikan kepada partai baru pendukung pemerintah.
"Seperti merengkuh pulau, dua tiga pulau terlampaui," Tambah Ray.
Sebelumnya, Kementerian Perberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, memberikan penilaian terhadap tujuh puluh tujuh kementerian dan lembaga negara sejak awal 2015. Menteri Yuddy memaparkan, Ada tujuh kategori penilaian yaitu nilai AA (0 lembaga/kementerian), A (4), BB (21), B (36), CC (16), C (0), D (0).
medcom.id, Jakarta: Langkah Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi, mengumumkan rapor Kementerian dan lembaga negara, dinilai penuh motif dan tujuan. Pengumuman ini dipublikasikan menjelang isu reshuffle kabinet yang sedang berhembus kencang.
Menurut pengamat politik Ray Rangkuti, ada hal yang harus dicermati publik, mekanisme penilaian Menpan-RB dinilai memojokan beberapa kementerian dan lembaga, pada saat yang bersamaan seolah-olah reshuffle kabinet akan tiba.
“Orang yang menilai adalah orang yang dinilai juga dalam mekanisme ini, jadi ketika lembaganya berada di urutan ketiga, diumumkan ke publik, tetapi bagaimana apabila lembaganya berada di urutan ke enam puluh, apakah akan diumumkan juga ke publik,” Kata Ray di acara Prime Time News, Metro TV, Selasa (5/1/2016).
Ray menambahkan, dirinya menganalisa ada dua kemungkinan, motif dibalik pengumuman penilaian terhadap tujuh puluh tujuh kementerian dan lembaga negara.
Pertama, pengumuman ini adalah bagian dari strategi Menteri Yuddy Chrisnandi mempertahankan posisinya sebagai menteri ditengah isu reshuffle kabinet yang sedang kencang berhembus.
Kedua, memiliki kepentingan untuk mengeluarkan anggota kabinet tertentu dari partai tertentu. Mengingat ada isu satu kursi PKB di kabinet akan dicabut dan diberikan kepada partai baru pendukung pemerintah.
"Seperti merengkuh pulau, dua tiga pulau terlampaui," Tambah Ray.
Sebelumnya, Kementerian Perberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, memberikan penilaian terhadap tujuh puluh tujuh kementerian dan lembaga negara sejak awal 2015. Menteri Yuddy memaparkan, Ada tujuh kategori penilaian yaitu nilai AA (0 lembaga/kementerian), A (4), BB (21), B (36), CC (16), C (0), D (0).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ALB)