medcom.id, Jakarta: Pemerintah diminta meningkatkan kewaspadaan pascaditemukannya bom aktif dalam penggerebekan di rumah kontrakan Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Penemuan bom tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara lain. Kewaspadaan dianggap perlu ditingkatkan hingga Siaga 1.
"Pemerintah tingkatkan kewaspadaan karena peristiwa itu terjadi serentak tidak hanya di Indonesia, ada di Turki, Berlin, dan beberapa negara," kata Anggota Komisi I Bobby Adhityo Rizaldi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/12/2016).
Bobby mengapresiasi kinerja tim Densus 88 Antiteror yang telah menangkap terduga teroris. Apalagi, penangkapan dilakukan jelang Natal dan tahun baru.
Bobby juga meminta aparat penegak hukum meningkatkan keamanan di kedutaan negara sahabat. Bukan tidak mungkin terduga teroris di Tangerang Selatan memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris internasional.
"Kita masih belum tahu dari polisi apakah ini jaringan lokal atau terafiliasi dengan aksi teroris internasional. Tapi kalau melihat waktunya, itu ada kemungkinan ada berhubungan," ujar dia.
Politikus Golkar ini juga berharap koordinasi antarlembaga semakin intensif. Ini diperlukan untuk mencegah teroris.
"Kami dari komisi I dan juga saya di pansus RUU Terorisme berharap bahwa koordinasi antarlembaga harus semakin intensif dan juga ini bukan pembelajaran, tapi juga pengalaman bukan setelah ada kejadian baru siaga 1, tapi kewaspadaan itu harus penuh dan ditingkatkan khusus negara-negara sahabat," ujar dia.
medcom.id, Jakarta: Pemerintah diminta meningkatkan kewaspadaan pascaditemukannya bom aktif dalam penggerebekan di rumah kontrakan Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Banten. Penemuan bom tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara lain. Kewaspadaan dianggap perlu ditingkatkan hingga Siaga 1.
"Pemerintah tingkatkan kewaspadaan karena peristiwa itu terjadi serentak tidak hanya di Indonesia, ada di Turki, Berlin, dan beberapa negara," kata Anggota Komisi I Bobby Adhityo Rizaldi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/12/2016).
Bobby mengapresiasi kinerja tim Densus 88 Antiteror yang telah menangkap terduga teroris. Apalagi, penangkapan dilakukan jelang Natal dan tahun baru.
Bobby juga meminta aparat penegak hukum meningkatkan keamanan di kedutaan negara sahabat. Bukan tidak mungkin terduga teroris di Tangerang Selatan memiliki keterkaitan dengan jaringan teroris internasional.
"Kita masih belum tahu dari polisi apakah ini jaringan lokal atau terafiliasi dengan aksi teroris internasional. Tapi kalau melihat waktunya, itu ada kemungkinan ada berhubungan," ujar dia.
Politikus Golkar ini juga berharap koordinasi antarlembaga semakin intensif. Ini diperlukan untuk mencegah teroris.
"Kami dari komisi I dan juga saya di pansus RUU Terorisme berharap bahwa koordinasi antarlembaga harus semakin intensif dan juga ini bukan pembelajaran, tapi juga pengalaman bukan setelah ada kejadian baru siaga 1, tapi kewaspadaan itu harus penuh dan ditingkatkan khusus negara-negara sahabat," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)