Pintu masuk Taman Mini Indonesia Indah TMII. Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan.
Pintu masuk Taman Mini Indonesia Indah TMII. Foto: Medcom.id/Muhammad Al Hasan.

PSI Dukung Pemerintah Ambil Alih TMII

Nasional aset negara TMII
Medcom • 07 April 2021 14:30
Jakarta: Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung pemerintah mengambil alih pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII disebut harus jadi sumber pemasukan negara, bukan untuk memperkaya pihak ketiga atau swasta
 
“Langkah Kemensetneg sangat tepat dan layak didukung. Aset-aset negara, yang notabene milik rakyat, sudah seharusnya dikelola untuk kepentingan dan kemaslahatan rakyat,” kata Plt. Sekjen DPP PSI, Dea Tunggaesti, Rabu, 7 April 2021.
 
menurut Dea, mengambil alih TMII sangat relevan dengan program pemerintah yang sedang gencar mencari tambahan pemasukan negara untuk memulihkan ekonomi nasional.
 
“Kita masih berjuang untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi. Kami yakin upaya Kemensetneg ini bisa mempercepat pemulihan kondisi ekonomi, karena negara mendapat pemasukan alternatif,” katanya.
 
Koordinator Juru Bicara PSI Kokok Dirgantoro mendukung KPK dan Kemensetneg menyelamatkan aset-aset negara senilai Rp571,5 triliun, termasuk mengambil TMII yang puluhan tahun dikelola Yayasan Harapan Kita.
 
“Kewajiban para penyewa harus beres. Tidak boleh kurang, apalagi macet. Jika terus bermasalah, lebih baik aset dikembalikan ke negara. Kita tak bisa bermain-main dalam persoalan ini. Aset-aset tersebut, secara esensial, merupakan pinjaman dari rakyat yang harus bermanfaat untuk rakyat dalam bentuk pemasukan negara,” ujar Kokok.
 
Seperti diketahui, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menyebut terbitnya Perpres Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII, mengakhiri penguasaan Yayasan Harapan Kita terhadap TMII.
 
"Intinya, penguasaan dan pengelolaan TMII dilakukan oleh Kemensetneg dan berarti berhenti pula pengelolaan yang selama ini dilakukan oleh Yayasan Harapan Kita," kata Pratikno.
 
Keputusan itu sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pratikno menyebut, nilai aset TMII di masa pandemi mencapai Rp20 triliun dan akan terus meningkat pasca pandemi.
 
Selain itu, kata Pratikno, Kemensetneg terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dan pemanfaatan aset milik negara, antara lain TMII, agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan negara.
 
Pratikno menyebut pemerintah akan segera membentuk tim transisi sebagai pengelola pengganti dari Yayasan Harapan Kita. Tim ini terdiri dari berbagai kementerian dan lembaga, juga LSM.
 
Keputusan itu dibuat lewat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Pengelolaan TMII.
 
Selama 44 tahun ini, Yayasan Harapan Kita yang didirikan Tien Soeharto menguasai taman wisata berbasis budaya Indonesia seluas hampir 150 hektare itu. Rujukan, Keppres Nomor 51 Tahun 1977.
 
(FZN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif