Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Foto: ANT/Wahyu Putro A
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Foto: ANT/Wahyu Putro A

IDI Minta Polemik Soal Dokter Terawan Diakhiri

Nasional Kabinet Jokowi-Maruf Dokter Terawan
Antara • 24 Oktober 2019 18:08
Jakarta: Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih meminta polemik terkait Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto tidak dilanjutkan. Dia meminta kasus itu diserahkan pada internal organisasi.
 
"Tidak usah bicara ke belakang. Itu persoalan di belakang, sudah lama persoalan itu. Tidak ada keperluan pihak eksternal tahu tentang itu karena itu masalah internal," ujar Daeng di Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.
 
Terawan sempat dikabarkan mendapat sanksi oleh Mahkamah Kode Etik Kodekteran (MKEK) IDI pada 2018. Dia dianggap melanggar kode etik profesi dengan mengiklankan metode cuci otak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Inovasi itu dilakukan Terawan buat menyembuhkan pasien stroke. Saat itu, Terawan membantah. Dia mengaku tidak pernahmengiklankan metode cuci otak.
 
Terapi itu merupakan salah satu metode Digital Subtracion Angiography (DSA) yang bertujuan mendiagnosis pembuluh darah buat mengetahui penyakit pasien dan menentukan pengobatan yang tepat.
 
Metode itu sudah diuji dalam disertasi bekas Kepala RSPAD Gatot Subroto itu di Universitas Hasanuddin Makassar pada 2016.
 
Sejumlah pakar menilai metode tersebut masih perlu kajian ilmiah secara mendalam. Daeng menuturkan permasalahan kode etik tidak ada kaitannya dengan terpilihnya seseorang menjadi pejabat publik.
 
IDI menghargai dan menghormati keputusan Presiden Joko Widodo mengangkat Terawan menjadi menkes dalam Kabinet Indonesia Maju. Daeng menambahkan, semua orang harus berpikiran maju ke depan buat mengatasi permasalahan pelayanan kesehatan yang menghantui Indonesia.
 
"Di negara ini banyak persoalan terkait pelayanan kesehatan, jadi sekarang yang dipupuk ke depan itu kolaborasi. Semua pemangku amanah, Kementerian Kesehatan, organisasi profesi, lembaga terkait pelayanan kesehatan berkolaborasi kalau mau menyelesaikan masalah pelayanan kesehatan," tutur dia.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif