Jusuf Kalla di Munas PMI--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta
Jusuf Kalla di Munas PMI--Metrotvnews.com/Dheri Agriesta

Bersaing dengan Titiek jadi Ketum PMI, JK: Tadinya Berharap Aklamasi

Dheri Agriesta • 18 Desember 2014 14:51
medcom.id, Jakarta: Jusuf Kalla kembali dipercaya menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI). Pria yang kini menjabat Wakil Presiden ini harus bersaing dengan Titiek Soeharto sebelum akhirnya terpilih.
 
JK mengaku dirinya berharap terpilih secara aklamasi. Tapi ternyata mesti bersaing dengan mantan istri Prabowo Subianto tersebut.
 
"Saya tadinya harapkan aklamasi saja tapi ternyata voting," kata JK selepas Munas PMI ke XX di Hotel Milenium, Jalan HR Fahrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2014).

Meski tak hadir saat pemilihan, JK mengaku tahu pemilihan ketum dilakukan secara voting tertutup dan bersaing dengan Titiek.
 
Lebih lanjut JK megatakan menjadi ketum PMI merupakan tugas kemanusiaan. JK mengatakan dirinya tak pernah mencalonkan diri menjadi ketua umum. Tapi permintaan dari anggota lah yang membuat dirinya akhirnya bersedia.
 
"Inikan tugas kemanusian. Jadi kalau teman-teman minta, ya tentu saya penuhi. Jadi saya tidak pernah mengajukan diri. Teman-teman minta lagi," jelas pria asal Makasar itu.
 
Tantangan PMI ke depan, kata dia, semakin berat. Masalah kesehatan akan terus muncul seiring bertambahnya penduduk. Oleh karena itu, PMI harus meningkatkan terus kegiatan donor darah dan juga kegiatan sosial lainnya.
 
"Kemudian juga bencana juga berbagai-berbagai yang timbul karena itu kita harus selalu siap dan usaha sosial lainnya," tambah JK.
 
Sebelumnya, JK terpilih sebagai Ketua Umum PMI setelah mengungguli pesaingnya Titiek Soeharto dengan pemilihan secara vooting. Dari keterangan resmi yang diterima Metrotvnews.com, voting digelar hari Rabu 17 Desember di Hotel Millenium, Jakarta. Dalam voting yang dilakukan 418 peserta Munas dari perwakilan PMI dari seluruh Indonesia, JK berhasil memperoleh 247 suara. Sementara Titiek 170 suara.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>