Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya

Sering Diklaim Asing, Pemerintah Diminta Inventarisasi Budaya Indonesia

Antara • 06 April 2022 22:35
Jakarta: Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar mendesak pemerintah untuk menginventarisasi budaya asli Indonesia untuk diajukan ke UNESCO.
 
"Upaya klaim Malaysia mau mengajukan Reog harus dihadang. Tidak boleh Malaysia mengeklaim Reog karena ini memang asli budaya kita. Kasus ini sebenarnya sering terjadi, saya kira pemerintah harus lebih tegas lagi," kata Muhaimin, sapaan Muhaimin dilansir Antara, Rabu, 6 April 2022.
 
Menurut Muhaimin, langkah klasifikasi dan inventarisasi penting dilakukan agar klaim negara lain tidak terus berulang. "Setelah diinventarisasi saya minta segera didaftarkan ke UNESCO," ujarnya.

Baca: Bali Masuk ke Daftar 30 Situs Warisan Dunia UNESCO Terpopuler
 
Dia mengingatkan budaya dan warisan leluhur Nusantara wajib dijaga dan dilestarikan. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan punya kewajiban untuk menjaga agar tidak dicaplok negara lain.
 
"Leluhur kita tidak sembarangan menciptakan budaya dan tradisi. Kita bisa harmoni seperti sekarang ya karena budaya-budaya yang mereka wariskan ke kita. Jadi jangan dianggap sepele, dan mari kita jadikan budaya sebagai panglima," jelas Muhaimin.
 
Baca: Bikin Heboh Klaim Wayang Kulit dari Malaysia, Adidas Singapura Bilang Begini
 
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menegaskan Reog sebagai budaya asli Indonesia seharusnya dipromosikan ke dunia internasional sehingga tidak mudah diklaim negara lain.
 
"Kita seharusnya mempromosikan Reog ke dunia Internasional, besar-besaran bahwa Reog budaya warisan asli leluhur Indonesia. Pemerintah harus memfasilitasi ini," ungkap  Muhaimin.
 
Dia menerangkan Indonesia memiliki Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Seharusnya dengan UU tersebut, semangat pemerintah untuk melindungi, mengembangkan, dan membina kebudayaan nasional bisa lebih kuat.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan