Ilustrasi - Medcom.id/ M Rizal
Ilustrasi - Medcom.id/ M Rizal

Politik Kebencian jadi Fenomena di Berbagai Negara

Intan Yunelia • 22 Februari 2018 23:12
Jakarta: Amnesty International Indonesia mengeluarkan laporan tahunan mengenai situasi HAM di 159 Negara di dunia selama tahun 2017. Laporan tersebut menjadi penanda berkembangnya politik kebencian di berbagai negara, termasuk di Indonesia.
 
Dari laporan Amnesty International yang berjudul The State of The World's Human Rights, politik kebencian di Indonesia merupakan rangkaian fenomena global berupa lahirnya pemimpin populis kanan yang mengeksploitasi retorika kebencian seperti Donald Trump di Amerika Serikat.
 
"Di Indonesia sendiri politik kebencian tersebut mengeksploitasi sentimen moralitas agama dan nasionalisme sempit oleh aktor negara dan non-negara yang mengajak pengikut mereka dan masyarakat luas untuk membenci mereka yang dianggap berbeda," kata Usman Hamid saat Press Conference di Kantor Amnesty International Indonesia, Jalan Probolinggo, Menteng, Jakarta Selatan, Kamis 22 Februari2018.

Politik kebencian tersebut dipakai oleh aktor negara dan non-negara untuk memecah belah masyarakat demi mencapai tujuan tertentu seperti yang terjadi di Pilkada Jakarta di Tahun 2017. Politik pembelahan ini membawa dampak sosial dan politik berkepanjangan.
 
Dia melanjutkan vonis pidana penjara dua tahun bagi mantan Gubernur DKI Basuki Ahok Tjahaja Purnama yang dianggap menistai Islam. Hal tersebut merupakan salah satu produk politik kebencian yang akan tercatat sejarah dalam HAM Indonesia.
 
"Lawan politik Ahok menggunakan sentimen anti-islam untuk mengumpulkan ratusan ribu massa di Jakarta dan menekan penegak hukumm untuk memenjarakan ahok," kata Usman.
 
Menurutnya politik kebencian ini berpotensi untuk dikapitalisasi di tahun politik 2018. Apalagi di tahun 2019 menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden. "Kelompok-kelompok minoritas yang menjadi target kebencian di tahun-tahun politik," tandas Usman.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SCI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>