Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Foto: Metrotvnews.com/M Sholahadhin Azhar
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Foto: Metrotvnews.com/M Sholahadhin Azhar

Menhan Mencium Ada Upaya Membangkitkan Komunisme

Nasional komunisme
Damar Iradat • 24 Januari 2019 12:06
Jakarta: Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menegaskan komunisme tidak boleh lagi tumbuh di Indonesia. Sebab, komunisme adalah paham terlarang di Tanah Air.
 
Ryamizard mendapat banyak informasi soal banyaknya pertemuan yang membahas komunisme. Ia menduga pertemuan-pertemuan itu ingin membangkitkan paham kiri tersebut.
 
"Enggak usah komunisme lagi. Kalau mereka tidak berbuat apa-apa, enggak masalah. Ini rapat sana, rapat sini. Bukan kita enggak tahu rapat apa. Itu mau apa? Biasa sajalah," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ryamizard mengatakan komunisme di negara-negara seperti China dan Rusia tidak masalah. Kendati begitu, ia mengimbau agar komunisme tidak perlu lagi disukai.
 
Menurut dia, yang menjadi permasalahan di Indonesia itu, yakni pemberontakan yang melibatkan PKI seperti pada 1948 di Madiun dan 1965 di kasus G30S. Menurut dia, bukan tidak mungkin antek-antek PKI masih menyimpan dendam kepada pemerintah.
 
Baca:Polri Tegaskan tak Ada Gerakan Komunis
 
"Ini masalah dendam. Ini kita kecilkan lagi, kalau gede susah lagi. Belum lagi paham radikal. Sama itu. Saya mengerti, bahaya negara ini," tegasnya.
 
Menhan juga mendukung usulan Jaksa Agung M Prasetyo yang ingin merazia besar-besaran buku komunisme. Menurut Ryamizard, penyebaran paham komunis lewat buku sudah berbahaya. "Iyalah (bahaya)," kata dia.
 
Baca:AJI Kecam Penyitaan Buku oleh Aparat
 
Jaksa Agung M Prasetyo sebelumnya mengusulkan razia besar-besaran buku yang mengandung konten paham komunis dan radikal. Usulan itu, kata Prasetyo, karena diduga buku-buku yang dikategorikan terlarang itu juga ditemukan di toko-toko buku.
 
Usulan Prasetyo itu menyusul tindakan TNI yang merazia buku di sejumlah daerah seperti Kediri, Padang, dan Tarakan. Sejumlah buku yang diduga berkonten komunisme disita oleh tentara.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif