Jakarta: Puluhan Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar aksi di depan kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam aksinya para kader membacakan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo dengan tujuan mencopot Suharso Monoarfa dari jabatan Menteri Bappenas.
Aksi yang sudah digelar untuk kesekiankalinya meminta Presiden Jokowi untuk mereshuffle Suharso Monoarfa lantaran diduga menyalahgunakan jabatan dengan menerima gratifikasi dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang mencurigakan yang laporannya sudah masuk di KPK.
Meski aksi berjalan dengan damai, namun aparat kepolisian menyediakan puluhan personil dilokasi untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar pendukung. Akibat aksi ini arus lalu lintas dari jalan Proklamasi menuju Diponegoro dan sebaliknya sempat mengalami kemacetan.
“Karena persoalan yang menyangkut beliau hari ini, mudah-mudahan di balik jabatan kami sebagai keder mengkhawatirkan apabila Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan perdebatan dari pihak ketiga, kemudian KPK melalui sistem proses penyidikan dan penyelidikan,” tutur Wahyudin, Sekjen FKKP pada Metro Pagi Primetime, di Metro TV, Selasa, 19 Juli 2022. (Mustafidhotul Ummah)
Jakarta: Puluhan Kader Partai Persatuan Pembangunan (
PPP) menggelar aksi di depan kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam aksinya para kader membacakan surat terbuka untuk Presiden
Joko Widodo dengan tujuan mencopot Suharso Monoarfa dari jabatan Menteri Bappenas.
Aksi yang sudah digelar untuk kesekiankalinya meminta Presiden Jokowi untuk
mereshuffle Suharso Monoarfa lantaran diduga menyalahgunakan jabatan dengan menerima gratifikasi dan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (
LHKPN) yang mencurigakan yang laporannya sudah masuk di
KPK.
Meski aksi berjalan dengan damai, namun aparat kepolisian menyediakan puluhan personil dilokasi untuk mengantisipasi terjadinya bentrok antar pendukung. Akibat aksi ini arus lalu lintas dari jalan Proklamasi menuju Diponegoro dan sebaliknya sempat mengalami kemacetan.
“Karena persoalan yang menyangkut beliau hari ini, mudah-mudahan di balik jabatan kami sebagai keder mengkhawatirkan apabila Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan perdebatan dari pihak ketiga, kemudian KPK melalui sistem proses penyidikan dan penyelidikan,” tutur Wahyudin, Sekjen FKKP pada Metro Pagi Primetime, di Metro TV, Selasa, 19 Juli 2022. (
Mustafidhotul Ummah)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)