Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam acara Chrosscheck by Medcom.id
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam acara Chrosscheck by Medcom.id

Moeldoko Cs Dinilai Tak Menghormati Pengadilan

Nasional partai politik Partai Demokrat Moeldoko kongres partai demokrat
Anggi Tondi Martaon • 28 April 2021 10:58
Jakarta: Kubu Moeldoko tak menghadiri persidangan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat. Pihak penyelenggara Kongres Luar Biasa (KLB) Demokrat itu dinilai tak menghormati pengadilan.
 
"Ketidakhadiran kuasa hukum Moeldoko dalam sidang gugatan yang diajukan oleh gerombolan liar Moeldoko kepada DPP Partai Demokrat yang sah, merupakan perilaku memalukan dan tidak menghormati pengadilan," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada Medcom.id, Rabu, 28 April 2021.
 
Dia mengaku heran dengan sikap kubu Moeldoko. Padahal, kata dia, Moeldoko cs yang ngotot mengajukan gugatan AD/ART.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menilai kubu Moeldoko ketakutan. Apalagi, pascaterbongkarnya surat pengajuan gugatan kuasa palsu.  
 
"Lalu kemudian ketakutan sendiri begitu pemalsuan itu ketahuan," kata dia.
 
Baca: Sidang Gugatan AD/ART Demokrat Lagi-lagi Ditunda karena Moeldoko Cs
 
Dia mengingatkan semua pihak menghormati lembaga peradilan. Sebab, waktu dan tenaga hakim diperlukan melayani rakyat yang mencari keadilan.
 
"Janganlah dipermainkan dengan perilaku memalukan gerombolan liar Moeldoko dan Jhonni Allen seperti ini," ujar dia.
 
Sebelumnya, kubu Moeldoko selaku penggugat lagi-lagi tak menghadiri sidang. Persidangan gugatan AD/ART Demokrat kembali ditunda.
 
Menurut majelis hakim, penggugat sudah mengirimkan surat yang berisi permohonan pencabutan gugatan. Namun, DPP Partai Demokrat selaku pihak tergugat tak langsung memercayai surat tersebut.
 
Tim Hukum DPP Partai Demokrat juga mengaku belum menerima salinan surat permohonan pencabutan gugatan itu. Tim hukum meminta penggugat dipanggil sekali lagi sebelum majelis hakim menentukan sikap terhadap perkara nomor 213/Pdt.Sus-Parpol/2021/PN Jkt.Pst itu.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif