Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan - Medcom.id/Ilham Wibowo.
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan - Medcom.id/Ilham Wibowo.

Zulkifli Orang Pertama Dapat Bisikan Koalisi Prabowo Bubar

Nasional kabinet jokowi pilpres 2019
Candra Yuri Nuralam • 06 Juli 2019 03:42
Jakarta: Ketua Umum Partai Amanan Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengaku menjadi orang pertama yang diberitahu Prabowo Subianto soal pembubaran koalisi adil makmur. Pembubaran itu bahkan disampaikan Prabowo sebelum sidang sengketa Pilpres Mahkamah Konstitusi (MK) digelar.
 
"Saya sudah ketemu Pak Prabowo empat kali malah, tiga minggu sebelum (gugatan di MK) Pak Prabowo mengatakan pada kita, sebelum MK juga, Pak Prabowo mengatakan 'Pak Zul setelah putusan MK maka koalisi berakhir'," kata Zulkifli di Hotel Westin, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juli 2019.
 
Menurut Zulkifli, saat itu Prabowo tak yakin memenangkan gugatan sengketa Pilpres di MK. Prabowo menyinggung pembubaran koalisi kepada Zulkifli dua kali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yang kedua, kata Zulkifli, Prabowo mengatakan tidak ingin mengatur partai pendukung untuk memilih haluan. Saat itu, Prabowo sudah sangat pesimis dengan hasil sidang sengketa Pilpres.
 
"Ketemu lagi ada Pak Sohibul Iman (Ketua umum PKS), juga Pak Prabowo mengatakan, 'Pak Zul setelah putusan MK maka koalisi berakhir, otomatis dengan sendirinya'," kata Zulkifli meniru ucapan Prabowo.
 
Setelah dua kali menyampaikan soal pembubaran koalisi kepada Zulkifli, Prabowo kemudian mengumpulkan para petinggi partai koalisinya. Namun, Zulkifli tidak hadir dan menugaskan Sekjen PAN.
 
(Baca: PAN Plinplan Tentukan Sikap Politik)
 
"Teman-teman diminta kumpul, ada Pak Sohibul, Pak Amien Rais ada Ustaz Salim Assegaf, saya malah enggak datang karena saya sudah tahu akhir pembicaraan. Saya diwakili Pak Sekjen," ucap Zulkifli.
 
Zulkifli menghargai keputusan Prabowo membubarkan koalisi adil dan makmur. Kebebasan pilihan arah pascapilpres milik setiap partai.
 
Kendati begitu, Zulkifli masih belum tegas menentukan arah politik partainya. "Kalau pemeritah bagus tentu didukung kalau tidak ya dikritik, saya kira itu posisi kami," tegas Zulkifli.
 
Zulkifli mendukung Jokowi-Ma'ruf untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Dia berharap pasangan terpilih itu menjaga amanah masyarakat Indonesia.
 
"Dan kami berharap kita berdoa pemert Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf sukses bisa bawa perubahan, bisa bawa kemajuan dan itu cita-cita kita, cita-cita ICMI, cita-cita partai agar Indonesia maju dan sejahtera," tandasnya.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif